Perbedaan Karakter Jalan Aspal dan Beton Saat Hujan

Di Indonesia, permukaan jalan terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu aspal dan beton. Kedua material ini memiliki sifat yang berbeda, terutama ketika dalam kondisi basah. Banyak orang belum menyadari bahwa perubahan dari aspal ke beton bisa membuat permukaan jalan terasa licin.

Marcell Kurniawan, Training Director Real Driving Centre (RDC), menjelaskan bahwa pengemudi perlu memperhatikan perbedaan karakter antara jalan aspal dan beton saat hujan. Ia menekankan pentingnya menjaga pandangan jauh ke depan agar siap menghadapi perbedaan jenis jalan tersebut. Secara umum, jalan beton lebih berbahaya ketika basah dibandingkan aspal.

Pentingnya Menyesuaikan Kecepatan Berkendara

Pengemudi tidak boleh menganggap traksi ban sama di semua jenis permukaan jalan. Karena kombinasi aspal dan beton masih sering ditemui di satu ruas jalan, maka pengemudi harus menyesuaikan kecepatan berkendara.

Berikut beberapa penyesuaian berkendara saat musim hujan menurut Marcell:

  • Lakukan persiapan sebelum musim hujan, seperti mengganti ban yang sudah tipis
  • Jaga tekanan angin ban sesuai rekomendasi pabrikan, jangan kelebihan karena traksinya ke jalan jadi lebih kecil
  • Saat hujan kurangi kecepatan sekitar 25 persen dari kecepatan yang diwajibkan di jalan tersebut
  • Jaga jarak aman lebih jauh yakni sekitar 4 sampai 5 detik

Bahaya Genangan Air pada Jalan Beton

Jalan beton cenderung lebih licin saat hujan karena air dapat menggenang. Hal ini bisa menyebabkan aquaplaning, yaitu situasi di mana kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi dan ban tidak mampu mengalirkan air secara efektif, sehingga kendaraan terangkat dan kehilangan kontak dengan permukaan jalan.

Genangan air sangat berbahaya bagi kendaraan yang melaju kencang. Air bisa memberikan gaya ke atas ke permukaan ban, sehingga kendaraan bisa melayang atau tidak menapak permukaan jalan. Semakin kencang laju kendaraan dan semakin dalam genangan airnya, daya layang akan semakin besar, meningkatkan risiko mobil kehilangan kendali, terpelanting, atau bahkan terjadi kecelakaan.

Risiko Tambahan pada Jalan Aspal

Meskipun jalan aspal terbilang lebih aman, Marcell mengingatkan kembali tentang kemungkinan risiko tambahan, khususnya saat hujan pertama kali turun. Minyak, debu, jelaga knalpot, dan kotoran yang menempel di permukaan aspal akan bercampur air, sehingga membuat jalan lebih licin.

Oleh karena itu, begitu hujan turun, pengemudi wajib menyesuaikan laju kecepatan kendaraan dan meningkatkan kewaspadaan agar lebih aman. Dengan memahami perbedaan karakter jalan aspal dan beton, serta melakukan langkah-langkah pencegahan, pengemudi dapat mengurangi risiko kecelakaan selama musim hujan.