Perempuan yang Mengambil Langkah Kembali ke Titik Awal

Di tengah peristiwa perceraian Ridwan Kamil dengan Atalia, Lisa Mariana—yang dulu sering menjadi sorotan—kini menunjukkan sikap yang berbeda. Bukan lagi tentang masa lalu yang penuh kontroversi, melainkan tentang harapan agar Atalia dapat kembali menemukan kebahagiaan.

Lisa mengungkapkan rasa iba dan kagum terhadap Atalia, perempuan yang selama hampir tiga dekade mendampingi Ridwan Kamil dari fase akademisi hingga puncak karier politik di Jawa Barat. Bagi Lisa, ketegaran Atalia dalam menghadapi badai rumah tangga tidak mudah, apalagi dengan sorotan publik yang terus-menerus.

“Saya kasihan pada Ibu. Ada hal-hal yang saya tahu, tapi saya memilih untuk tidak membuka semuanya,” ujarnya saat diwawancara oleh media, Sabtu, 27 Desember 2025. Suaranya terdengar tertahan, seolah menyimpan beban cerita yang ingin disembunyikan.

Atalia, atau yang dikenal sebagai Bu Cinta di ruang publik, selama ini identik dengan citra keluarga harmonis. Maka, kabar gugatan cerai yang diajukan ke Pengadilan Agama Bandung pada 15 Desember 2025 menjadi pukulan bagi banyak penggemarnya. Rumah tangga yang bertahan selama 29 tahun itu akhirnya retak, meninggalkan tanya-tanya dan spekulasi.

Lisa, yang pada 2021 silam pernah mengklaim memiliki hubungan spesial dengan Ridwan Kamil, kini menempatkan diri di sisi yang berbeda. Ia tidak lagi berbicara sebagai sosok yang merasa disakiti, melainkan sebagai sesama perempuan yang memahami luka.

“Bisa sekuat itu dan bertahan sejauh itu, saya salut,” katanya. Menurut Lisa, Atalia layak atas hidup yang lebih tenang, lepas dari beban yang selama ini dipikul baik di ruang privat maupun publik. “Bu Cinta berhak bahagia,” ujarnya singkat.

Nada serupa juga muncul dalam unggahan Lisa di media sosial. Ia menulis permohonan maaf terbuka sekaligus doa bagi kesehatan dan kebahagiaan Atalia. Pesan tersebut ditutup dengan pelukan simbolik—jarak jauh, namun sarat makna.

“Empat atau lima tahun lalu saya melakukan kesalahan besar,” tulis Lisa. “Sekarang, sebagai seorang istri, saya bisa merasakan apa yang ibu rasakan.”

Permintaan agar Atalia membuka pesan pribadi (direct message) turut disampaikan. Isyarat bahwa ada masa lalu yang ingin diselesaikan, bukan dengan keributan, melainkan dengan penyesalan.

Meski nama Lisa kembali mencuat dalam isu ini, kuasa hukum Atalia menegaskan bahwa gugatan cerai tidak hanya terkait satu sosok. Perceraian, menurut mereka, merupakan akumulasi persoalan yang telah lama berlangsung.

Sidang lanjutan perkara ini dijadwalkan pada 21 Januari 2026. Sementara proses hukum berjalan, satu kalimat dari Lisa Mariana bergema di tengah riuh spekulasi: harapan sederhana agar Atalia, setelah semua ini, menemukan kembali ruang untuk bahagia.