Tingginya Mobilitas Masyarakat Selama Angkutan Nataru 2025/2026
Selama masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya mencatat tingginya mobilitas masyarakat. Dari tanggal 18 hingga 28 Desember 2025, posko Nataru telah melayani sebanyak 509.726 pelanggan di seluruh wilayah operasionalnya.
Dari total tersebut, sebanyak 268.336 pelanggan melakukan perjalanan keberangkatan, sedangkan 241.390 pelanggan lainnya merupakan penumpang kedatangan di berbagai stasiun wilayah Daop 8 Surabaya. Angka ini menunjukkan bahwa masyarakat masih memilih kereta api sebagai moda transportasi utama selama libur akhir tahun.
Berdasarkan data sementara hingga Senin (29/12) pukul 10.00 WIB, tercatat 47.562 pelanggan menggunakan layanan kereta api di wilayah Daop 8 Surabaya pada hari ini. Rinciannya, 21.161 pelanggan berangkat dan 26.401 pelanggan tiba, dengan jumlah yang diperkirakan masih akan bertambah hingga keberangkatan kereta terakhir malam ini.
Tiga stasiun dengan volume penumpang tertinggi hari ini adalah:
- Stasiun Surabaya Gubeng dengan 14.444 pelanggan
- Stasiun Surabaya Pasarturi sebanyak 13.295 pelanggan
- Stasiun Malang dengan total 7.983 pelanggan
Selama periode Nataru, sejumlah tujuan favorit pelanggan dari wilayah Daop 8 Surabaya meliputi Jakarta, Yogyakarta, Semarang, Bandung, dan Ketapang. Sementara itu, kereta api yang paling diminati antara lain KA Argo Semeru, KA Ambarawa Ekspres, KA Jayabaya, KA Probowangi, dan KA Sancaka.
Secara keseluruhan, selama masa Angkutan Nataru 2025/2026 yang berlangsung pada 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, KAI Daop 8 Surabaya menyiapkan layanan bagi 734.798 pelanggan dengan rincian 376.457 pelanggan berangkat dan 358.341 pelanggan tiba. Hingga saat ini, penjualan tiket telah mencapai 376.457 tiket atau sekitar 83,7 persen dari total kapasitas yang tersedia. Masih terdapat 72.895 tempat duduk yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk perjalanan libur akhir tahun.
Untuk mendukung kelancaran layanan selama 18 hari masa Nataru, KAI Daop 8 Surabaya mengoperasikan 58 perjalanan kereta api per hari, terdiri dari 51 KA reguler dan 7 KA tambahan dengan total kapasitas 449.352 tempat duduk.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan lonjakan volume pelanggan menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api. “Kereta api masih menjadi moda transportasi pilihan utama masyarakat selama libur akhir tahun. KAI Daop 8 Surabaya terus memastikan seluruh perjalanan berjalan aman, nyaman, dan tepat waktu dengan dukungan sarana, prasarana, serta pelayanan prima,” ujarnya.
Peningkatan Jumlah Penumpang dan Layanan yang Disediakan
Selama masa angkutan Nataru, KAI Daop 8 Surabaya terus meningkatkan kapasitas layanan agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Berikut beberapa hal yang dilakukan:
- Peningkatan jumlah kereta api: KAI Daop 8 Surabaya mengoperasikan 58 perjalanan kereta api per hari, termasuk 51 KA reguler dan 7 KA tambahan.
- Penambahan kapasitas tempat duduk: Total kapasitas yang tersedia mencapai 449.352 tempat duduk.
- Penjualan tiket yang tinggi: Hingga saat ini, penjualan tiket telah mencapai 376.457 tiket atau sekitar 83,7 persen dari total kapasitas yang tersedia.
- Pemantauan intensif: Petugas terus memantau kondisi jalur dan fasilitas kereta api agar tidak ada gangguan selama masa angkutan.
Dengan peningkatan layanan dan pengawasan yang ketat, KAI Daop 8 Surabaya berkomitmen untuk memberikan pengalaman perjalanan yang nyaman dan aman bagi para penumpang.
Peran Kereta Api dalam Liburan Akhir Tahun
Liburan akhir tahun sering kali menjadi momen penting bagi masyarakat untuk berkumpul dengan keluarga atau berlibur. Dalam situasi ini, transportasi umum seperti kereta api menjadi pilihan utama karena kemudahan akses, kenyamanan, dan keandalan.
Beberapa alasan mengapa masyarakat lebih memilih kereta api selama liburan akhir tahun antara lain:
- Kenyamanan: Kereta api menawarkan ruang yang cukup luas dan fasilitas lengkap.
- Keamanan: Kereta api memiliki sistem keamanan yang terjamin dan pengawasan yang ketat.
- Keterjangkauan: Harga tiket kereta api relatif terjangkau dibandingkan dengan moda transportasi lainnya.
- Kepatuhan jadwal: Kereta api biasanya beroperasi sesuai jadwal, sehingga penumpang tidak perlu khawatir terlambat.
Dengan demikian, kereta api tetap menjadi pilihan utama masyarakat selama masa angkutan Nataru, terutama bagi mereka yang ingin bepergian dengan aman dan nyaman.

Tinggalkan Balasan