Pentingnya Merawat Body Motor
Body motor bukan hanya sekadar bagian estetika, tetapi juga berfungsi sebagai pelindung komponen-komponen penting di dalamnya. Sayangnya, banyak pemilik motor tidak menyadari bahwa kebiasaan sehari-hari bisa mempercepat kerusakan pada body motor. Dari cat yang kusam hingga plastik yang retak dan getas, semua ini bisa dicegah jika kamu tahu kebiasaan apa saja yang harus dihindari.
Berikut adalah 7 kebiasaan yang sering dianggap sepele tapi memiliki dampak besar terhadap kondisi body motor:
1. Terlalu Sering Terpapar Sinar Matahari Langsung
Memarkir motor di bawah sinar matahari langsung, terutama dalam waktu lama, dapat membuat cat body cepat pudar dan kehilangan kilap alaminya. Paparan panas berlebih juga mempercepat proses oksidasi pada lapisan cat, sehingga tampak kusam. Selain itu, panas ekstrem bisa membuat material plastik pada body menjadi rapuh dan retak seiring waktu.
Risiko kerusakan makin besar jika kamu memarkir motor terlalu dekat dengan knalpot motor lain atau sumber panas tinggi karena bisa menyebabkan panel plastik meleleh, berubah bentuk, atau berubah warna.
2. Kesalahan Saat Proses Pencucian
Mencuci motor saat kondisi body masih panas dapat memicu kejutan termal. Dampaknya, lapisan cat dan clear coat lebih cepat mengalami retak halus yang lama-lama makin terlihat jelas.
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah menggunakan sabun cuci piring atau deterjen berbahan keras dengan pH tinggi. Bahan ini bisa mengikis lapisan wax dan merusak clear coat, sehingga cat motor cepat kusam. Ditambah lagi, penggunaan lap atau spons yang kotor dan penuh pasir dapat menimbulkan goresan halus yang membuat body terlihat buram.
3. Cara Pengeringan yang Kurang Tepat
Membiarkan body motor mengering sendiri setelah kehujanan sebaiknya kamu hindari. Air hujan mengandung zat asam dan polutan yang bisa menimbulkan jamur air atau water spot pada permukaan cat. Noda ini tergolong membandel dan jika dibiarkan terus-menerus dapat merusak clear coat. Karena itu, setelah motor terkena hujan, sebaiknya segera kamu lap hingga benar-benar kering agar permukaan body tetap mulus dan bersih.
4. Jarang Membersihkan Motor
Debu, lumpur, dan kotoran yang menempel terlalu lama bersifat abrasif. Jika tidak segera dibersihkan, kotoran tersebut bisa mengikis permukaan plastik dan cat secara perlahan. Akibatnya, body motor lebih mudah berjamur, muncul flek, dan cat mengalami pelapukan lebih cepat. Membersihkan motor secara rutin bukan cuma soal estetika, tapi juga bentuk perawatan jangka panjang.
5. Menggunakan Cover Motor Berkualitas Rendah
Cover motor berbahan plastik tipis memang murah, tapi risikonya cukup besar. Bahan seperti ini cenderung menyimpan panas dan membuat sirkulasi udara buruk. Kondisi lembap di balik cover bisa memicu jamur, membuat cat menggelembung, dan plastik body menjadi getas. Sebaiknya kamu memilih cover berbahan parasut atau waterproof yang tetap breathable agar panas dan kelembapan tidak terperangkap.
6. Memakai Cairan Pengkilap Murahan
Bahan pengkilap berbasis minyak dengan kualitas rendah sering mengandung silikon grade rendah dan zat kimia keras. Dalam jangka panjang, kandungan ini bisa memicu pengapuran dan merusak struktur plastik body motor. Alih-alih makin kinclong, body motor justru terlihat belang dan cepat kusam. Lebih aman jika kamu memilih produk perawatan yang memang diformulasikan khusus untuk body motor.
7. Gesekan yang Terjadi Terus-Menerus
Gesekan dari barang bawaan, kaki pengendara, atau jok yang sering bergesekan dengan body bisa mengikis lapisan cat. Awalnya hanya berupa goresan halus, tapi lama-lama bisa menjadi baret dalam dan membuat plastik semakin tipis. Untuk meminimalkan risiko ini, kamu bisa menambahkan pelindung body seperti rubber pad atau stiker pelindung di area yang rawan gesekan. Cara sederhana ini cukup efektif menjaga body motor tetap mulus.

Tinggalkan Balasan