Perayaan Halloween dan Natal
Setiap tahunnya, tiga bulan terakhir yaitu Oktober, November, dan Desember menjadi masa yang penuh dengan berbagai perayaan. Dua di antaranya adalah Halloween dan Natal. Halloween adalah perayaan yang penuh dengan hal-hal seram seperti hantu, monster, dan kejahilan. Sementara Natal justru penuh dengan kehangatan dan keluarga.
Beberapa orang hanya merayakan salah satu dari dua perayaan ini, sementara yang lain merayakannya secara terpisah atau bahkan memadukannya. Namun, merayakan setiap perayaan ini sering kali membutuhkan persiapan yang cukup panjang.
Kota Halloween dan Jack Skellington
Di Kota Halloween, penduduknya terdiri dari makhluk-makhluk seram yang dipimpin oleh Jack Skellington (Chris Sarandon), seorang tengkorak yang dikenal sebagai Raja Labu. Setelah memimpin kota ini selama waktu yang lama, Jack mulai merasa bosan dengan rutinitasnya.
Jack merasa bosan dengan jeritan, ketakutan, dan keseraman yang menjadi ciri khas kota dan penduduknya. Padahal, para penduduk kota ini sangat bangga dengan kemampuan dan tradisi mereka dalam membuat orang-orang takut. Bersama dengan anjing peliharaannya, Zero, Jack berjalan-jalan ke hutan jauh dari pemukiman warga dan Kota Halloween. Mereka menemukan sebuah lingkaran pohon dengan pintu di batangnya.
Setiap pintu tersebut menuju kota-kota lain yang bertugas untuk merayakan hari-hari raya tahunan lainnya. Seperti Hari Valentine, Hari Santo Patrick, Hari Paskah, Thanksgiving, dan Hari Natal. Jack sangat tertarik dengan pintu yang berbentuk Pohon Natal, dan ia membuka portal menuju Kota Natal.
Pengalaman di Kota Natal
Di Kota Natal, Jack melihat banyak hal baru yang menginspirasi keingintahuannya. Kota ini sangat berbeda dengan kota asalnya, dipenuhi warna dan ditutupi salju, namun hangat di hati. Saat kembali ke Kota Halloween, Jack segera membagikan penemuannya kepada para warga Kota Halloween dan keinginannya untuk mengenal Natal.
Namun, seluruh penduduk Kota Halloween tidak mengenal konsep hadiah Natal, karakteristik anak baik, bahkan warna-warni lampu Natal. Jack juga sering gagal memahami makna Natal. Merasa frustasi dengan kegagalannya, Jack memutuskan bahwa ia tidak perlu memahami Natal untuk merayakannya. Ternyata cara yang ia ambil untuk merayakan hari tersebut malah merusak segalanya.
Film The Nightmare Before Christmas
Melalui film The Nightmare Before Christmas, kita dapat melihat bagaimana seseorang dapat menemukan jati dirinya melalui proses yang bisa merusak dirinya sendiri, hanya karena ketidakpahaman yang tepat. Namun, kita juga dapat melihat bagaimana kita dapat membantu mereka yang melalui hal ini.
Film ini terinspirasi oleh puisi karya Tim Burton, pencipta film, ketika ia melihat bagaimana produk-produk bertema Halloween begitu cepat digantikan dengan barang-barang bertema Natal di toko-toko.
Meskipun film ini adalah film kartun yang ditujukan untuk anak-anak, gaya animasinya cukup menyeramkan karena bertema gotik, sehingga tidak semua anak tumbuh besar menonton film ini.
Film ini memenangkan Best Fantasy Film di Penghargaan Saturn 1994, dan Best Animated Film di Penghargaan DFWFCA 1994. Selain itu, film ini mendapatkan skor 7.9/10 di IMDb dan 95% Tomatometer di Rotten Tomatoes.

Tinggalkan Balasan