Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Desa Sukamukti
Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Ade Ginanjar, S.Sos, mengadakan kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Desa Sukamukti, Kecamatan Cisompet. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa (9/12/2025) dan dihadiri oleh tokoh masyarakat, perangkat desa, serta perwakilan aktivis pemuda setempat.
Dalam paparannya, Ade Ginanjar menyampaikan bahwa tantangan kebangsaan semakin kompleks akibat arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi. Ia menjelaskan bahwa meskipun akses informasi memudahkan kemajuan pengetahuan dan ekonomi, hal ini juga membuka ruang bagi penyebaran disinformasi, ujaran kebencian, hingga paham radikal yang bisa menjangkau masyarakat luas, terutama generasi muda.
“Anak-anak muda saat ini merupakan pengguna internet paling aktif. Tanpa kemampuan berpikir kritis, mereka sangat rentan terpengaruh informasi yang tidak sejalan dengan nilai-nilai Pancasila dan konstitusi,” ujar Ade pada Sabtu (27/12/2025).
Ia juga menyentil meningkatnya gejala intoleransi dan polarisasi sosial di berbagai daerah. Hal ini ditandai dengan konflik berlatar belakang agama, persekusi terhadap kelompok minoritas, serta sikap penolakan terhadap perbedaan. Menurut Ade, kondisi ini menjadi indikator bahwa pemahaman dan pengamalan prinsip Bhinneka Tunggal Ika belum sepenuhnya mengakar di masyarakat.
Ade Ginanjar menilai rendahnya literasi kebangsaan dan konstitusional turut berkontribusi terhadap melemahnya semangat persatuan, terutama di wilayah dengan karakter masyarakat yang semakin individualistik. Oleh karena itu, ia menegaskan pentingnya peran negara dan wakil rakyat dalam memberikan edukasi kebangsaan secara konsisten.
“Untuk menjawab tantangan tersebut, sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan, dengan pendekatan yang edukatif, partisipatif, dan relevan dengan kondisi masyarakat,” tegasnya.
Pentingnya Edukasi Kebangsaan
Ade berharap, melalui kegiatan ini, nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika tidak hanya dipahami secara normatif, tetapi juga diinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari sebagai landasan membangun karakter bangsa yang berintegritas serta memperkuat kohesi sosial di tengah keberagaman.
Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya memahami dan menjunjung nilai-nilai kebangsaan. Dengan adanya sosialisasi yang rutin dan berkelanjutan, diharapkan masyarakat dapat lebih tangguh dalam menghadapi tantangan modern, seperti penyebaran informasi yang tidak jelas sumbernya atau paham-paham yang bertentangan dengan dasar negara.
Beberapa poin utama yang disampaikan oleh Ade Ginanjar antara lain:
- Penekanan pada pentingnya literasi digital untuk menghadapi era informasi
- Pengenalan dan pemahaman terhadap empat pilar kebangsaan sebagai fondasi negara
- Peran aktif masyarakat dalam menjaga kerukunan dan kebhinekaan
- Edukasi tentang konstitusi dan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari
Kegiatan ini juga menjadi ajang dialog antara anggota MPR dengan masyarakat setempat, sehingga bisa tercipta saling pemahaman dan kerja sama dalam membangun bangsa yang lebih harmonis dan kuat.

Tinggalkan Balasan