Kontroversi Pemain Naturalisasi Malaysia yang Hadir dalam Latihan Klub

Pemain naturalisasi Timnas Malaysia, Imanol Machuca, kembali menjadi sorotan setelah hadir dalam sesi latihan klub lamanya di tengah masa skorsing dari FIFA. Kejadian ini memicu berbagai pertanyaan tentang tingkat kepatuhan yang diperlihatkan oleh Machuca terhadap hukuman yang diberikan oleh organisasi sepak bola internasional tersebut.

Media Argentina melaporkan bahwa Imanol Machuca terlihat berpartisipasi dalam pertandingan latihan klub lamanya, San Lorenzo. Hal ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai apakah ia telah melanggar aturan skorsing yang diberlakukan FIFA.

Sebelumnya, Machuca dan enam pemain naturalisasi Timnas Malaysia lainnya menerima sanksi dari FIFA atas kasus pemalsuan dokumen. Hukuman yang diberikan adalah larangan beraktivitas di sepak bola selama 12 bulan. Selain itu, ketujuh pemain tersebut juga didenda sebesar 2.000 franc Swiss.

Selain larangan bermain dalam pertandingan resmi, para pemain tersebut juga diskors dari semua aktivitas terkait sepak bola. Menurut interprestasi keputusan Komite Disiplin FIFA, hukuman ini mencakup semua aktivitas sepak bola, termasuk berpartisipasi dalam latihan tim, menggunakan fasilitas klub, dan berada di area teknis.

Namun, kehadiran Machuca di pusat pelatihan San Lorenzo telah menimbulkan potensi pelanggaran terhadap sanksi FIFA. Laporan media Argentina menyebutkan bahwa alasan kehadiran Machuca di San Lorenzo adalah karena sentimen pribadi. Ia hadir di pusat pelatihan karena klub tersebut merupakan bagian dari sejarah awal kariernya.

Meskipun demikian, tindakan tersebut tetap dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap ketentuan skorsing yang sedang dijalaninya. Menurut laporan media Argentina, “tindakan berada di fasilitas klub atau terlibat dalam aktivitas tim apa pun dapat dianggap sebagai tindakan tidak menghormati keputusan FIFA.”

Jika Machuca terbukti melanggar masa skorsing, FIFA berwenang untuk memperpanjang hukuman sang pemain. Selain itu, FIFA juga bisa menjatuhkan denda tambahan dan mengambil tindakan terhadap klub-klub yang memberi izin.

Machuca saat ini masih berstatus sebagai pemain pinjaman di klub asal Argentina Velez Sarsfield dari Fortaleza. Namun, Velez Sarsfield dilaporkan tidak akan memperpanjang masa peminjamannya yang berakhir pada akhir Desember 2025. Selain itu, Velez Sarsfield juga tidak akan mengaktifkan opsi pembelian permanen untuk Machuca.

Dengan begitu, pemain berusia 25 tahun itu tidak akan membela Velez pada musim 2026 dan harus kembali ke Fortaleza. Keputusan ini diambil oleh Velez karena Machuca masih menghadapi sanksi skorsing 12 bulan dari FIFA.

“Hampir dipastikan bahwa Machuca tidak akan bersama Velez di musim 2026,” bunyi laporan media yang dekat dengan klub, Sabado Velez. “Masa pinjamannya berakhir pada 31/12 dan setelah itu ia harus kembali ke Fortaleza,” lanjut laporan portal tersebut.

Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) telah mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) untuk membela ketujuh pemain. Mereka berharap dapat mendapatkan pengurangan hukuman atau bahkan pembebasan dari sanksi yang diberikan FIFA.