Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) bekerja sama dengan Kementerian Koperasi meluncurkan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Peluncuran dilakukan di KDKMP Kelurahan Galang Baru, Pulau Sembur Laut, Kota Batam, Kepulauan Riau.
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyampaikan bahwa proyek percontohan ini menjadi langkah konkret pemberdayaan masyarakat berbasis koperasi melalui pemanfaatan energi bersih dan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa proyek ini sejalan dengan komitmen Pertamina dalam mendukung transisi energi dan pembangunan berkelanjutan yang inklusif.
“Pertamina tidak hanya membangun pembangkit, tetapi membangun ekosistem. Melalui PLTS yang dikelola koperasi, kami ingin memastikan energi bersih menjadi pengungkit kesejahteraan masyarakat,” ujar Simon melalui keterangan resmi.
PLTS yang akan berkapasitas 400.000 Watt dengan baterai mencapai 1 MWh ini dibangun untuk memenuhi kebutuhan energi sekitar 200 kepala keluarga yang selama ini belum terjangkau listrik. Nantinya, PLTS ini akan dikelola dengan skema kerja sama antara Pertamina NRE dengan Koperasi Merah Putih setempat.
Melalui koperasi ini, listrik dari PLTS juga mendukung kegiatan ekonomi produktif warga seperti perikanan tangkap dan budidaya, termasuk pengoperasian cold storage dan ice maker berkapasitas besar.
Menurut Simon, keberadaan listrik yang andal yang dibangun oleh Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) akan menurunkan biaya operasional nelayan, memperpanjang masa simpan hasil tangkapan, serta membuka peluang usaha baru di tingkat desa.
Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menilai bahwa koperasi menjadi kunci agar manfaat infrastruktur energi benar-benar dirasakan masyarakat.
“PLTS ini bukan sekadar menghadirkan listrik, tetapi menjadi fondasi penguatan ekonomi rakyat. Dengan koperasi sebagai pengelola, masyarakat menjadi pelaku utama, bukan hanya penerima manfaat,” ujar Ferry.
Dia menambahkan bahwa model Koperasi Merah Putih yang terintegrasi dengan energi terbarukan diharapkan dapat direplikasi di desa-desa lain, khususnya wilayah 3T, untuk mendorong kemandirian energi sekaligus meningkatkan pendapatan anggota koperasi.
Peluncuran PLTS KDKMP ini juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Pertamina NRE dan Kementerian Koperasi tentang pengembangan kerja sama pembangkit listrik untuk desa bersama koperasi.
Ke depan, proyek ini diharapkan menjadi contoh kolaborasi pemerintah, BUMN, dan masyarakat dalam mewujudkan kemandirian energi berbasis koperasi dan memperkuat ekonomi desa serta memberikan pengetahuan pada masyarakat tentang pentingnya pemanfaatan energi bersih, untuk mendukung Net Zero Emission (NZE) 2060.
Manfaat dan Tujuan PLTS KDKMP
- Meningkatkan akses listrik: PLTS ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan energi sekitar 200 kepala keluarga yang sebelumnya belum terjangkau listrik.
- Mendorong ekonomi lokal: Listrik yang tersedia mendukung kegiatan ekonomi produktif seperti perikanan tangkap, budidaya, dan pengoperasian cold storage serta ice maker.
- Meningkatkan kemandirian energi: Proyek ini menjadi contoh penerapan energi terbarukan yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat.
- Memperkuat koperasi: Koperasi Merah Putih bertindak sebagai pengelola, menjadikan masyarakat sebagai pelaku utama dalam pemanfaatan sumber daya.
- Mendukung transisi energi: Proyek ini sejalan dengan komitmen Pertamina dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan transisi menuju energi bersih.
Tantangan dan Harapan
Meski proyek ini menawarkan banyak manfaat, beberapa tantangan harus dihadapi, seperti pengelolaan teknis, pembiayaan jangka panjang, dan partisipasi aktif masyarakat. Namun, dengan dukungan pemerintah, BUMN, dan koperasi, proyek ini diharapkan menjadi model yang bisa direplikasi di daerah lain.
Selain itu, keberhasilan proyek ini juga bergantung pada edukasi masyarakat tentang pentingnya pemanfaatan energi bersih dan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.
Dengan adanya PLTS KDKMP, diharapkan masyarakat dapat lebih mandiri, sejahtera, dan berkontribusi pada pembangunan nasional.

Tinggalkan Balasan