Pelaksanaan Rakerda dan Strategi PKS Majalengka

Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Majalengka, Deden Hardian Narayanto yang akrab disapa Kang Dehan, menjelaskan bahwa pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD PKS Majalengka merupakan bagian dari rangkaian strategis partai pasca Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil).

“DPD PKS Majalengka telah melaksanakan Rakerda. Rapat Kerja Daerah ini merupakan rangkaian kegiatan dari Rakernas dan Rakerwil, dan sekarang kita fokus ke Rakerda,” ujar Kang Dehan.

Fungsi dan Tujuan Rakerda

Ia menekankan bahwa Rakerda ini menjadi fondasi penyusunan dan sinkronisasi program kerja PKS Majalengka untuk jangka menengah, yakni periode 2026 hingga 2030. Sebelumnya, DPD PKS Majalengka juga telah menggelar pra-Rakerda guna menggodok serta menyelaraskan seluruh program agar lebih matang dan terarah.

“Alhamdulillah hari ini Rakerda sudah selesai. Sebelumnya ada pra-Rakerda untuk mengodok dan menyinkronkan kegiatan yang akan kita laksanakan. Insyaallah ini menjadi program PKS Majalengka untuk tahun 2026 sampai 2030,” jelasnya.

Agenda Lain dalam Rakerda

Selain Rakerda, agenda penting lainnya adalah pelantikan pengurus DPC PKS tingkat kecamatan. Pelantikan tersebut dilakukan untuk mengisi kekosongan kepengurusan akibat adanya promosi sejumlah Ketua DPC yang kini bergabung sebagai pengurus di tingkat DPD.

“Memang hari ini direncanakan ada pelantikan pengurus DPC tingkat kecamatan. Ini dilakukan karena ada kekosongan, menyusul adanya promosi Ketua DPC menjadi pengurus DPD sehingga harus diisi kembali,” ungkap Kang Dehan.

Program Unggulan PKS Majalengka

Dalam Rakerda tersebut, PKS Majalengka juga menetapkan delapan program unggulan yang seluruhnya bermuara pada target utama partai, yakni K2P2 yang meliputi kaderisasi, pelayanan publik, dan pemenangan pemilu.

Program-program ini dirancang untuk memperkuat posisi PKS dalam berbagai aspek, baik secara internal maupun eksternal. Hal ini juga mencerminkan komitmen PKS untuk tetap menjaga kualitas dan efektivitas kerja organisasi.

Sikap PKS di Parlemen

Disinggung mengenai posisi PKS di parlemen, apakah berada di barisan oposisi atau koalisi, Kang Dehan menegaskan bahwa PKS memilih bersikap objektif dan konstruktif.

“Selama program pemerintah itu bagus dan pro rakyat, tentu kita siap mendukung. Tapi ketika programnya tidak mendukung masyarakat dan tidak berpihak kepada rakyat, maka kita akan mengkritisi,” tegasnya.

Keputusan Berdasarkan Kepentingan Masyarakat

Ia menambahkan, sikap PKS tidak dilandasi oleh sentimen politik, melainkan murni berdasarkan kepentingan masyarakat.

“Kalau bagus kita dukung, kalau kurang bagus kita kritisi. Tidak ada unsur ketidaksukaan, modelnya bukan seperti itu. Kita objektif,” pungkasnya.