Pencopotan Ijeck dari Kursi Ketua DPD Partai Golkar Sumut

Pencopotan Musa Rajekshah atau yang akrab dikenal sebagai Ijeck dari jabatan Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara menjadi perhatian publik. Keputusan ini diikuti oleh Ilhamsyah, yang juga mengundurkan diri dari posisi Sekretaris DPD. Reaksi Ijeck terhadap pencopotannya menunjukkan sikap yang lapang dada dan penuh pengertian.

Ijeck menyampaikan bahwa keputusan tersebut adalah bagian dari proses alami dalam sebuah partai. Ia menganggap wajar jika ada yang merasa kecewa, namun ia tetap menjaga sikap profesional dan positif. Ia berharap agar keputusan ini tidak memengaruhi hubungan antara pengurus dan masyarakat.

Dalam wawancara dengan media, Ijeck mengatakan bahwa keputusan pengunduran diri Ilhamsyah merupakan bentuk kesetiaan terhadap dirinya. Ia menilai bahwa kerja sama yang dibangun selama masa pemilu telah memberikan hasil yang baik bagi Partai Golkar. Ia menegaskan bahwa kemenangan tersebut bukan hanya berkat usaha dirinya sendiri, melainkan juga kerja sama tim.

Namun, Ijeck juga memperingatkan kepada seluruh pengurus DPD Golkar Sumut untuk tidak menyampaikan rasa kekecewaan kepada masyarakat. Menurutnya, keputusan partai harus dijaga dengan baik agar tidak memengaruhi citra partai di mata masyarakat.

Isu Penempatan di DPP

Terkait isu bahwa Ijeck akan ditempatkan di kepengurusan DPP, ia menyerahkan semua keputusan tersebut kepada ketua umum (Ketum). Ijeck mengatakan bahwa ia siap menerima apapun keputusan yang diambil oleh DPP, asalkan tetap menjaga keutuhan partai.

Mundurnya Ilhamsyah dari jabatan Sekjen DPD Golkar Sumut dianggap sebagai tindakan solidaritas. Ijeck menilai bahwa keputusan ini dilakukan karena hubungan jangka panjang yang telah terbangun antara dirinya dan Ilhamsyah.

Peran Ilhamsyah dalam Kepemimpinan Ijeck

Ilhamsyah, mantan Sekretaris Golkar Sumut, menyampaikan bahwa DPP Golkar tidak menghargai kerja keras Ijeck yang berhasil membawa Golkar Sumut menjadi partai pemenang Pemilihan Umum 2024. Ia menilai bahwa pergantian Ijeck sebagai ketua dilakukan secara paksa, sehingga memicu kekecewaan.

Perubahan kepemimpinan ini dilakukan tanpa adanya musyawarah daerah (Musda) sebelum masa kepengurusan Ijeck berakhir. Ilhamsyah menyampaikan bahwa DPD Golkar Sumut telah dua kali meminta persetujuan kepada DPP untuk segera melakukan Musda. Namun, permintaan tersebut tidak mendapat respons yang memadai.

Surat permohonan untuk Musda dikirimkan pada April 2025 lalu, dan surat kedua diantarkan pada September 2025. Akhirnya, DPP Golkar menunjuk Ahmad Doli Kurnia Tanjung sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Golkar Sumut. Ilhamsyah menganggap penunjukan ini tidak sesuai dengan harapan pengurus DPD Provinsi Sumatera Utara.

Menurut Ilhamsyah, DPP Golkar tidak peduli dengan kepengurusan DPD Provinsi Sumatera Utara. Ia menilai bahwa kepentingan politik DPP telah mengabaikan peran penting Sumut sebagai salah satu daerah barometer politik di Indonesia.

Tanggapan atas Kepemimpinan Ijeck

Ilhamsyah menyatakan bahwa perjuangan yang dilakukan oleh Ijeck dan seluruh jajaran DPD Sumut serta DPD Kabupaten/Kota telah memberikan hasil yang baik. Namun, ia merasa bahwa upaya tersebut tidak dihargai secara memadai oleh DPP.

Ia menilai bahwa keputusan DPP telah menjerumuskan perpolitikan di daerah, termasuk Sumatera Utara. Meskipun begitu, ia tetap menjaga sikap profesional dan mengharapkan keutuhan partai tetap terjaga.