Kondisi Rumah Sakit Umum Daerah di Aceh Pasca-Bencana
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa sebagian besar rumah sakit umum daerah (RSUD) di Provinsi Aceh telah kembali beroperasi secara normal setelah bencana yang terjadi pada akhir November 2025. Namun, satu-satunya RSUD yang masih belum sepenuhnya beroperasi adalah RSUD Aceh Tamiang, yang terletak di salah satu wilayah paling parah terdampak bencana.
Informasi ini diperoleh dari laporan Dinas Kesehatan Aceh. Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Komunikasi, dan Informasi Kebencanaan BNPB, menjelaskan bahwa seluruh RSUD di Aceh kini dapat berfungsi secara normal kecuali RSUD Aceh Tamiang. Meskipun demikian, RSUD tersebut kini sudah bisa beroperasi untuk memenuhi layanan dasar. Bantuan peralatan kesehatan juga telah disediakan oleh RS Adam Malik Medan, Sumatera Utara.
BNPB berharap koordinasi antara fasilitas kesehatan di tiga provinsi yang terdampak bencana—Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat—terus berlanjut. “Diharapkan kolaborasi lintas instansi dapat memberikan pelayanan optimal bagi masyarakat terdampak,” ujar Muhari.
Dampak Bencana di Wilayah Sumatera
Banjir dan tanah longsor melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025. Hingga pukul 19.00 WIB, Kamis, 18 Desember 2025, jumlah korban meninggal mencapai 1.068 orang. Angka ini kemungkinan akan bertambah karena ada 190 orang yang masih hilang hingga tiga pekan setelah bencana.
Selain itu, lebih dari 7.000 orang mengalami luka-luka. Bencana ini juga merusak sebanyak 147.236 rumah serta ribuan fasilitas publik, termasuk sekolah, jembatan, fasilitas kesehatan, dan rumah ibadah.
Beberapa data menunjukkan kerusakan pada:
- 1.600 fasilitas umum
- 219 fasilitas kesehatan
- 967 fasilitas pendidikan
- 434 rumah ibadah
- 290 gedung atau kantor
- 145 jembatan
Data korban meninggal sebanyak 1.068 jiwa dikonfirmasi melalui Geoportal Data Bencana milik BNPB. Informasi ini diterbitkan dalam keterangan resmi pada Jumat, 19 Desember 2025.
Upaya Pemulihan dengan Pembangunan Hunian Tetap
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menyampaikan bahwa timnya bersama Kementerian Pekerjaan Umum akan segera membangun hunian tetap bagi para korban banjir Sumatera mulai hari Ahad, 21 Desember 2025. Proyek ini melibatkan pemerintah daerah, BNPB, dan lembaga lainnya.
Pembangunan hunian tetap akan dimulai di Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Tapanuli Utara. “Kami langsung membangun hunian tetap buat saudara kita yang berduka di sana. Mulai besok pagi, kami, saya bersama tim, langsung ke sana,” ujar Maruarar di Serang, Banten, Sabtu, 20 Desember 2025.
Adil Al Hasan dan Hendrik Yaputra berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Tinggalkan Balasan