Peristiwa Percobaan Bunuh Diri Seorang Pelajar SMP di Bali

Percobaan bunuh diri yang melibatkan seorang pelajar kembali terjadi, kali ini melibatkan seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) berinisial Ni Komang S. Kejadian tersebut terjadi di Jembatan Tukad Ngongkong, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung, Bali.

Ni Komang S, yang berasal dari Desa Petang, dilaporkan pergi dari rumah pada Senin (15/12) lalu. Pada hari Selasa (16/12), ia nekat melakukan percobaan bunuh diri dengan melompat dari jembatan setinggi 70 meter. Beruntung, nyawanya berhasil diselamatkan.

Penemuan Korban yang Mencurigakan

Yang mengejutkan dan tidak masuk akal adalah saat korban ditemukan dalam keadaan lemas di bawah jembatan. Saat itu, orang tua korban sedang panik karena anaknya tidak pulang sejak Senin kemarin. Mereka juga tidak bisa menghubungi korban karena ponselnya dimatikan.

Orang tua korban langsung melakukan pencarian sejak hari pertama. Pada malam hari, mereka menerima informasi bahwa sepeda motor korban ditemukan di Jembatan Tukad Ngongkong. Namun, pencarian di tempat kejadian perkara (TKP) tidak membuahkan hasil.

Upaya Pencarian yang Dilakukan

Pencarian dilanjutkan pada pagi hari Selasa. Polsek Petang dan BPBD Badung bekerja sama mencari korban. Tim SAR gabungan juga turun tangan, termasuk delapan personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) yang tiba di TKP pada pukul 12.30 WITA.

Setelah tiba di lokasi, tim SAR langsung menyusun rencana evakuasi korban. Pukul 14.10 WITA, tim SAR melakukan penurunan personel dengan teknik lowering menuju lokasi korban berada.

Proses Evakuasi yang Berat

Setelah hampir satu jam berjuang, remaja perempuan tersebut berhasil dievakuasi sekitar pukul 15.02 WITA. Korban dibawa naik ke atas dalam kondisi sadar, tetapi tampak lemas dan mengalami luka di dekat pelipis mata.

“Proses menaikkan korban dilakukan dengan sistem tandem menggunakan peralatan mountaineering,” ujar Koordinator Lapangan tim SAR, Dimas.

Tim medis yang sudah bersiaga di lokasi segera memberikan pertolongan pertama, kemudian membawa korban ke ambulans untuk dievakuasi ke Puskesmas Petang.

Kesimpulan

Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat tentang pentingnya memperhatikan kesehatan mental, terutama bagi para pelajar. Dengan adanya upaya cepat dari berbagai pihak, korban berhasil selamat. Hal ini juga menunjukkan pentingnya kerja sama antara aparat kepolisian, BPBD, dan tim SAR dalam situasi darurat.