Tema Natal GMIM 2025 dengan Subtema yang Menginspirasi
Tema Natal GMIM 2025 telah diumumkan secara resmi untuk para jemaat dalam perayaan tahun ini. Tema utama yang dipilih adalah “Aku adalah yang awal dan yang akhir”. Hal ini menjadi informasi penting karena berkaitan langsung dengan aktivitas ibadah yang akan dilaksanakan selama perayaan Natal.
Tema Natal GMIM 2025 tidak hanya menjadi dasar bagi perayaan, tetapi juga menjadi pedoman spiritual bagi umat Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM). GMIM merupakan sebuah persekutuan masyarakat Minahasa dan ras lain yang mempercayai Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat mereka. Dalam konteks ini, tema Natal memiliki makna mendalam yang menggambarkan keabadian dan kekuasaan Tuhan atas segala sesuatu.
Pengumuman tentang tema Natal GMIM 2025 disampaikan melalui surat edaran yang dikeluarkan oleh pihak gereja. Surat edaran tersebut berisi informasi lengkap tentang tema dan subtema yang akan digunakan selama periode 2019 hingga 2024. Meskipun tema Natal 2025 belum sepenuhnya dirinci, informasi mengenai tema sebelumnya dapat memberikan gambaran tentang arah perayaan Natal di masa depan.
Isi Surat Edaran Tema dan Sub Tema GMIM
Surat edaran tersebut memiliki nomor K.2881/PPD.VII/12-2019 dan dikeluarkan pada 11 Desember 2019. Dalam surat itu, disebutkan bahwa tema dan subtema GMIM tahun 2019-2024 ditetapkan berdasarkan keputusan sidang Majelis Sinode Tahunan (SMST) ke-32 GMIM tahun 2019 di Wilayah Bitung VII tanggal 26–29 November 2019. Penetapan ini juga merujuk pada hasil Sidang Raya XVII Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) tahun 2019.
Tema yang ditetapkan adalah:
- “Aku adalah yang awal dan yang akhir”
(Bdk. Wahyu 22:12 – 13)
Subtema yang menyertainya adalah:
- “Bersama seluruh warga bangsa, gereja memperkokoh NKRI yang demokratis, adil dan sejahtera bagi semua ciptaan berlandaskan Pancasila dan UUD 1945”
Surat edaran ini ditujukan kepada Badan Pekerja Majelis Wilayah (BPMW) dan Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) se-GMIM. Tujuannya adalah agar tema dan subtema tersebut dapat diterapkan di masing-masing jemaat dan wilayah. Selain itu, disarankan agar percetakan balijo dilakukan melalui unit Percetakan di kantor Sinode GMIM untuk menjaga keseragaman.
Penandatangan Surat Edaran
Surat edaran ini ditandatangani oleh Ketua Pdt. Dr. Hein Arina dan Sekretaris, Pdt. Evert. A. A. Tangel, S.Th., M.Pd.K. Sebagai bentuk apresiasi, disampaikan terima kasih atas perhatian dan kerjasama yang baik dari seluruh jemaat dan pengurus gereja.

Makna Tema dan Subtema
Tema “Aku adalah yang awal dan yang akhir” mencerminkan keyakinan umat GMIM akan keabadian Tuhan dan kehadiran-Nya dalam setiap aspek kehidupan. Subtema yang menyertainya menekankan pentingnya peran gereja dalam membangun bangsa yang adil, demokratis, dan sejahtera. Hal ini mencerminkan komitmen GMIM untuk berkontribusi positif dalam masyarakat, berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.
Dengan tema dan subtema ini, diharapkan perayaan Natal GMIM 2025 dapat menjadi momen yang bermakna bagi seluruh jemaat, baik secara spiritual maupun sosial.

Tinggalkan Balasan