Musyawarah Daerah V dan Rapat Kerja Tahun 2025 IJTI Kalimantan Selatan

Musyawarah Daerah (MUSDA) V dan Rapat Kerja Tahun 2025 Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kalimantan Selatan resmi berakhir pada Sabtu, 14 Desember 2025. Dalam acara ini, Dina Qomariah terpilih secara aklamasi kembali menjadi Ketua IJTI Kalsel periode 2025-2029.

Dina Qomariah, seorang jurnalis senior, menyampaikan bahwa IJTI memiliki peran penting dalam menjaga kualitas pers yang sehat dan mencerdaskan. Melalui karya-karya jurnalistiknya, IJTI mampu memberikan nilai-nilai positif dalam arus informasi saat ini.

Menurutnya, melalui musyawarah daerah dan rapat kerja ini, IJTI Kalsel diharapkan semakin solid dalam meningkatkan profesionalisme jurnalis televisi. Selain itu, IJTI juga diharapkan bisa berperan aktif dalam menyajikan informasi yang berkualitas dan bertanggung jawab bagi masyarakat.

Dalam rilis yang diterima BPost, Minggu (14/12/2025), Musda dan Raker ini IJTI Kalimantan Selatan juga merumuskan sejumlah program kerja dan kegiatan yang akan dilaksanakan. Beberapa di antaranya adalah:

  • Peningkatan kapasitas anggota melalui uji kompetensi
  • Membangun sinergi dengan pemerintah dalam kaitan fungsi-fungsi Pers

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kalimantan Selatan yang diwakili Kepala Seksi Kemitraan dan Hubungan Media Erlinda Puspita Ningrum. Ia berharap IJTI bisa menjadi jembatan sosialisasi program-program pemerintah, termasuk Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi serta perlindungan anak di ruang digital.

“Kami berharap IJTI bisa menjadi mitra dalam program bersama untuk beberapa agenda seperti perlindungan data pribadi dan perlindungan anak di ruang digital. Ini sangat penting ditengah kemajuan teknologi saat ini.” Jelas Erlina saat membuka Musda dan Reker IJTI Kalsel.

Peran IJTI dalam Jurnalisme Televisi

Terpisah, anggota KPID Kalsel Nanik Hayati mengucapkan selamat kepada Ketua IJTI Kalsel terpilih Dina Qomariah. Menurutnya, ini adalah momentum penting bagi penguatan jurnalisme televisi di Kalimantan Selatan, terutama di tengah tantangan perubahan ekosistem media yang sangat cepat.

Nanik menilai IJTI sebagai mitra strategis. Ia menyatakan bahwa jurnalis televisi memiliki peran besar dalam menjaga kualitas siaran, akurasi informasi, serta etika jurnalistik yang berdampak langsung pada publik.

“Kami berharap kepengurusan IJTI Kalsel yang baru mampu terus meningkatkan profesionalisme anggotanya, sekaligus adaptif terhadap perkembangan teknologi dan platform digital tanpa meninggalkan prinsip-prinsip jurnalistik.”

Ia juga menyampaikan bahwa KPID Kalsel terbuka untuk memperkuat kolaborasi dengan IJTI, baik melalui program literasi media, peningkatan kapasitas jurnalis, maupun pengawasan siaran yang partisipatif dan edukatif.

“Pada akhirnya, tujuan kita sama, yaitu menghadirkan tayangan yang sehat, berkualitas, dan bermanfaat bagi masyarakat Banua. Dengan kepemimpinan IJTI Kalsel yang baru, kami optimistis sinergi ini akan semakin kuat.”