Persiapan Angkutan Nataru di Pelabuhan Bakauheni

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah menyiapkan sejumlah armada kapal untuk melayani angkutan libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di Pelabuhan Bakauheni. Dalam persiapan ini, perusahaan memastikan ketersediaan kapal yang cukup untuk mengakomodasi penumpang dan kendaraan yang akan melakukan perjalanan selama masa liburan.

General Manager ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, menyampaikan bahwa total armada yang disiapkan mencapai 67 unit kapal. Namun, dari jumlah tersebut, hanya 51 kapal yang akan dioperasikan setelah mendapatkan penetapan dari Kementerian Perhubungan. Hal ini dilakukan untuk memastikan keselamatan dan kelancaran dalam pelayanan angkutan.

“Untuk mendukung kelancaran layanan angkutan Nataru, kami menyiapkan 67 unit kapal. Dari jumlah tersebut, 51 kapal akan dioperasikan sesuai penetapan Kementerian Perhubungan,” ujarnya pada hari Sabtu (13/12/2025).

Penghapusan Kapal Berukuran Kecil

Salah satu kebijakan yang diterapkan oleh ASDP dalam angkutan Nataru tahun ini adalah penghapusan pengoperasian kapal berukuran kecil. Keputusan ini diambil dengan tujuan meningkatkan efisiensi daya angkut serta mempercepat proses bongkar muat kendaraan dan penumpang.

“Armada yang kami operasikan merupakan kapal berdaya angkut besar, sehingga proses bongkar muat lebih cepat dan dapat mencegah terjadinya penumpukan,” jelas Partogi.

Sistem Pemeriksaan Awal

Dalam upaya menjaga kelancaran lalu lintas, ASDP kembali menerapkan sistem pemeriksaan awal di beberapa titik strategis. Titik-titik tersebut meliputi KM 20, KM 49B, Terminal Agribisnis, serta jalur khusus menuju pelabuhan. Setiap kendaraan wajib memiliki tiket sebelum memasuki area pelabuhan.

“Setiap kendaraan wajib memiliki tiket sebelum memasuki area pelabuhan. Ini penting untuk mencegah antrean kendaraan tanpa tiket dan menekan potensi percaloan,” tegasnya.

Pelabuhan Alternatif

Selain itu, ASDP juga menyiapkan dua pelabuhan alternatif, yaitu Pelabuhan Wika dan Pelabuhan BBJ. Kedua pelabuhan ini akan difungsikan sebagai lokasi bongkar kendaraan apabila volume kendaraan di Pelabuhan Bakauheni melampaui prediksi. Namun, keberangkatan tetap dipusatkan di Pelabuhan Bakauheni.

Penambahan Personel Pengamanan

Dalam hal pengamanan, ASDP menyiagakan personel gabungan yang melibatkan petugas internal, TNI–Polri, Dinas Perhubungan, Basarnas, serta unsur pendukung lainnya. Penambahan personel akan dilakukan sesuai kebutuhan di lapangan.

Perhatian terhadap Cuaca Ekstrem

Faktor cuaca ekstrem pada akhir tahun menjadi perhatian utama bagi ASDP. Cuaca bisa berdampak signifikan terhadap jadwal keberangkatan kapal. Oleh karena itu, ASDP terus memantau prediksi cuaca dari BMKG.

“Cuaca menjadi tantangan terbesar. Kami terus memonitor prediksi dari BMKG. Jika terjadi perubahan cuaca yang signifikan, tentu akan berdampak pada jadwal keberangkatan,” pungkas Partogi.