Renungan Harian Katolik: Bertobat, Pulang Kembali Melalui Jalan yang Benar

Pada hari Selasa Pekan Advent Kedua, renungan harian Katolik mengajak kita untuk merenungkan pentingnya bertobat sebagai jalan pulang yang benar. Renungan ini merujuk pada bacaan-bacaan Kitab Suci, yaitu Yesaya 40:1-11, Mazmur 96:1-2.3.10ac.11-12.13, dan Injil Matius 18:12-14.

Dalam Injil Matius, Yesus berkata, “Bapamu yang di Surga tidak menghendaki seorang pun dari anak-anak ini hilang.” (Mat 18:14). Ayat ini mengingatkan kita bahwa Allah memiliki keinginan yang kuat untuk menyelamatkan setiap jiwa, termasuk kita sendiri. Sebagai manusia, kita semua berdosa, tersesat, dan sering kali hilang dalam kesibukan dunia. Namun, Allah datang dan hadir di tengah-tengah kita melalui Yesus Kristus karena kasih-Nya yang begitu besar bagi kita.

Karya utama Yesus adalah mencari dan menemukan kita yang tersesat dan hilang. Semakin jauh kita tersesat, semakin sulit terlihat ketika kita keras kepala dan enggan bertobat. Namun, Allah dan Yesus sangat mengasihi manusia. Keselamatan kita menjadi prioritas utama kehendak Allah, dan itu dituntaskan oleh Putra-Nya, Yesus Kristus Tuhan kita.

Melalui kesadaran untuk bertobat, kita mulai melihat diri kita dengan lebih jelas. Hal ini membuat Yesus mudah menemukan kembali kita. Bertobat bukanlah soal jumlah dosa, tetapi tentang kualitas satu jiwa yang ingin selamat. Dengan bertobat, kita berada di jalan yang benar, sehingga Tuhan bisa dengan mudah menemukan dan membawa kita pulang. Maka, sukacita di Surga pun terjadi.

Yesaya menegaskan bahwa dengan bertobat, mata iman kita terbuka untuk melihat Tuhan yang penuh belas kasih dan rahim. “Lihat, itu Tuhan Allah! Ia datang dengan kekuatan, dan dengan tangan-Nya Ia berkuasa. Lihat, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia, dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya.” (Yes 40:10). Tobat sejati membawa kita dekat dan akrab dengan Tuhan yang mau menyelamatkan kita.

Pemazmur juga bermadah dengan lantang, “Bersukacitalah di hadapan Tuhan, sebab Ia datang, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi bumi dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya.” (Mzm 96:13). Ini mengingatkan kita bahwa Tuhan tahu bahwa kita berdosa. Ia datang akrab dengan kita untuk memanggil agar bertobat. Bertobat total, baik hati maupun pikiran kita. Yesus menjaga dan membimbing kita melalui jalan keadilan dan cinta kasih.

Kita harus membuka hati dan pikiran untuk mendengar dan menerima Sabda Tuhan sebagai kompas iman yang tepat. Dengan demikian, kita tahu jalan pulang dan dapat bersama Bapa Allah dalam sukacita di Surga.

Sadarilah bahwa kita ini adalah orang-orang upah jerih payahnya Tuhan. Kita berjalan pulang dalam tobat sejati oleh kekuatan Firman Allah yang menuntun di jalan kebenaran hingga tiba di hadapan Allah Yang Maha Kuasa.

Pertobatan menyanggupkan kita untuk membalas cinta kasih Allah yang luar biasa dan tak terhingga. Kita pun bergembira lalu bangkit dari kelesuan karena aman dan selamat.