Presiden Prabowo Subianto hadir dalam prosesi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Pakistan. Acara tersebut berlangsung di kediaman resmi Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, pada Selasa, 9 Desember 2025. Dalam pertemuan ini, beberapa dokumen penting ditandatangani oleh pihak terkait.

Berikut adalah daftar perjanjian yang dipertukarkan:

  • MoU antara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia dengan Higher Education Commission (HEC) of Islamic Republic of Pakistan tentang pengakuan bersama sertifikat dan gelar pendidikan tinggi
  • Perjanjian antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Pakistan untuk Program Hibah pada “The Indonesian Aid Scholarships”
  • MoU antara SMESCO dan SMEDA tentang kemitraan strategis dalam fasilitasi usaha kecil dan menengah
  • MoU antara Arsip Nasional Republik Indonesia dan Cabinet Division Represented by National Archives Pakistan tentang kerja sama kearsipan
  • MoU antara Badan Narkotika Nasional Pemerintah Republik Indonesia dan Ministry of Interior and Narcotics Control Pemerintah Pakistan tentang kerja sama dalam pencegahan dan pemberantasan peredaran gelap narkotika, psikotropika, zat adiktif baru, dan prekursornya
  • MoU antara Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Republik Indonesia dan Pakistan Halal Authority dalam perdagangan dan sertifikasi halal
  • MoU tentang kerja sama di bidang kesehatan

Presiden Prabowo melakukan kunjungan ke Pakistan pada Senin, 8 Desember 2025. Ia disambut langsung oleh Presiden Pakistan Asif Ali Zardari dan Perdana Menteri Muhammad Shehbaz Sharif saat tiba di Bandara Nur Khan.

Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Islamabad, Pakistan, berlangsung pada 8 hingga 9 Desember 2025. Rencana kunjungan ini merupakan undangan dari Perdana Menteri Republik Islam Pakistan, Muhammad Shehbaz Sharif.

Selama kunjungan, Presiden Prabowo akan memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Pakistan melalui berbagai kerja sama yang telah ditandatangani. Kerja sama ini mencakup berbagai sektor seperti pendidikan, sains, teknologi, kearsipan, narkoba, halal, dan kesehatan.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo juga mengungkapkan harapan bahwa kerja sama antara dua negara dapat memberikan manfaat bagi rakyat masing-masing negara. Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh pemerintah Pakistan selama kunjungan ini.

Pembicaraan antara Presiden Prabowo dan para pejabat Pakistan tidak hanya fokus pada kerja sama ekonomi dan teknologi, tetapi juga pada isu-isu regional dan global yang relevan. Salah satu topik yang dibahas adalah pentingnya kerja sama dalam menghadapi tantangan keamanan dan stabilitas di kawasan Asia Selatan.

Selain itu, Presiden Prabowo juga menyampaikan pesan kepada masyarakat Indonesia dan Pakistan bahwa hubungan diplomatik antara dua negara harus terus diperkuat. Ia menekankan bahwa kolaborasi ini akan menjadi fondasi yang kuat untuk membangun perdamaian dan kemakmuran bersama.

Sebagai bagian dari kunjungan ini, Presiden Prabowo juga akan menghadiri berbagai acara resmi dan dialog dengan pemimpin lokal serta tokoh masyarakat Pakistan. Hal ini bertujuan untuk memperluas wawasan dan memperkuat hubungan antara dua negara.

Kunjungan Presiden Prabowo ke Pakistan diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperluas kerja sama bilateral yang lebih luas dan berkelanjutan. Dengan komitmen yang kuat dari kedua pihak, hubungan Indonesia-Pakistan diharapkan dapat berkembang secara positif dan saling menguntungkan.