Pemerintah Papua Tengah Deklarasikan Tarian Odiyai dalam Perayaan Hari Noken Sedunia 2025
Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dewan Kesenian Papua Tengah (DKPT) merayakan Hari Noken Sedunia 2025 dengan mendeklarasikan Tarian Odiyai. Tarian ini diharapkan menjadi identitas budaya baru dan tarian resmi provinsi yang mewakili kekayaan adat dan tradisi masyarakat setempat.
Ketua DKPT, Novid Nawipa, menjelaskan bahwa Odiyai adalah sebutan yang digunakan oleh masyarakat Meepago untuk Burung Cenderawasih Raja. Burung ini memiliki makna khusus dalam wilayah adat Meepago, yang berada di daerah pegunungan tinggi. Menurut Novid, Odiyai melambangkan cenderawasih tertinggi dalam hierarki budaya masyarakat setempat.
“Odiyai itu Rajanya Burung Cenderawasih yang ada di Wilayah Adat Meepago,” ujar Novid dalam sambutannya di Halaman Kantor Gubernur Papua Tengah, Kamis (4/12/2025).
Tarian Odiyai menggambarkan kehidupan berbudaya orang Meepago yang masih dipertahankan hingga saat ini. Selain itu, deklarasi tarian ini juga menjadi langkah awal untuk memperkenalkan dan melestarikan seni tari yang berasal dari wilayah adat tersebut.
Novid menyampaikan permintaan kepada pihak-pihak terkait agar tarian Odiyai dapat digunakan dalam acara-acara resmi pemerintah provinsi maupun kabupaten. Ia berharap tarian ini menjadi bagian dari perayaan budaya yang lebih luas dan bisa dikenal oleh masyarakat luas.
Sejarah dan Pengembangan Tarian Odiyai
Tarian Odiyai dibuat oleh Anton Gobai, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Paniai. Anton mengatakan bahwa tarian ini telah dirancang dan dikembangkan selama beberapa waktu. Awalnya, tarian ini disebut sebagai garapan, tetapi kini secara resmi dikenal sebagai Tarian Odiyai Papua Tengah.
Anton menjelaskan bahwa proses pengembangan tarian ini melibatkan banyak elemen budaya lokal, termasuk musik, gerakan, dan pakaian tradisional yang sesuai dengan karakteristik masyarakat Meepago. Dengan demikian, tarian ini tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi simbol identitas budaya yang kuat.
“Saya berharap pemerintah turut mendorong tarian ini hingga UNESCO PBB, menjejaki Noken,” ucap Anton. Ia berharap tarian Odiyai dapat diakui sebagai warisan budaya yang penting dan layak mendapatkan perhatian internasional.
Peran Pemerintah dalam Melestarikan Budaya
Anton juga menekankan pentingnya peran pemerintah dalam membantu melestarikan dan mengembangkan tarian-tarian seperti Odiyai. Ia berharap Dinas Pariwisata Papua Tengah dapat memfasilitasi sanggar-sanggar seni untuk terus membawakan tarian ini dalam berbagai acara pemerintahan maupun kebudayaan.
Dengan adanya dukungan dari pemerintah, tarian Odiyai diharapkan dapat menjadi salah satu ikon budaya yang mewakili Papua Tengah. Hal ini juga akan memberikan dampak positif terhadap pariwisata dan promosi budaya di wilayah tersebut.
Masa Depan Tarian Odiyai
Selain itu, Anton berharap tarian Odiyai dapat menjadi bagian dari program pendidikan budaya di sekolah-sekolah dan komunitas lokal. Dengan demikian, generasi muda akan lebih mengenal dan menghargai kekayaan budaya yang dimiliki oleh wilayah adat Meepago.
Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian budaya, DKPT dan pihak-pihak terkait akan terus berupaya untuk mempromosikan tarian Odiyai melalui berbagai media dan acara budaya.

Tinggalkan Balasan