Banjir Parah Melanda Dayeuhkolot, Jalur Lalu Lintas Terputus
Banjir dengan ketinggian air mencapai paha kembali melanda kawasan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Jumat (5/12). Kondisi ini memaksa pihak kepolisian melakukan rekayasa arus lalu lintas di sejumlah titik yang terendam. Arus kendaraan dari dan menuju Dayeuhkolot terputus sementara karena genangan yang cukup dalam.
Kapolsek Dayeuhkolot AKP Triyono Raharja mengatakan pihaknya mengalihkan lalu lintas ke Jalan Terusan Bojongsoang sebagai jalur alternatif. “Sementara sampai sore ini arus lalu lintas masih terputus karena. Jalan alternatif yang dapat dilewati adalah Jalan Terusan Bojongsoang,” ujar Triyono saat dihubungi, Jumat sore.
Menurut Triyono, beberapa ruas yang terendam merupakan jalan penghubung antarkecamatan dan termasuk jalur vital bagi mobilitas warga. Titik-titik genangan paling parah terjadi di kawasan Metro Garmen dan depan Pasar Dayeuhkolot. “Genangan tinggi ada di beberapa titik, seperti Metro Garmen dan Pasar Dayeuhkolot,” tambahnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan banjir memutus total akses kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Banyak pengendara memilih putar balik karena khawatir mesin kendaraan rusak. Sejumlah motor dan mobil yang nekat melintas pun akhirnya mogok di tengah jalan, memaksa pengendara mendorong kendaraan hingga keluar dari genangan.
Sementara itu, Jalan Terusan Bojongsoang yang menjadi jalur alternatif mengalami kemacetan panjang. Antrean kendaraan tampak mengular dari kawasan sekitar Telkom University hingga simpang Terusan Bojongsoang.
Dampak Banjir yang Luas
Sebelumnya, banjir akibat hujan deras sejak Kamis sore merendam tiga kecamatan di Kabupaten Bandung: Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang. Data sementara menunjukkan sebanyak 25.918 jiwa terdampak di Dayeuhkolot, 5.579 jiwa di Baleendah, dan 3.000 jiwa di Bojongsoang. Banjir juga memaksa 162 kepala keluarga atau sekitar 457 warga mengungsi ke lokasi aman.
BPBD mencatat curah hujan tinggi menjadi pemicu utama luapan air yang merendam permukiman serta mengganggu aktivitas masyarakat. Banjir ini tidak hanya mengganggu transportasi, tetapi juga berdampak pada kehidupan sehari-hari warga setempat.
Perlu Langkah Penanggulangan yang Cepat
Dampak banjir yang terjadi di wilayah Dayeuhkolot menunjukkan pentingnya penanggulangan bencana yang cepat dan efektif. Pemerintah setempat dan lembaga terkait perlu bekerja sama untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi, seperti air bersih, makanan, dan tempat tinggal sementara.
Selain itu, diperlukan langkah-langkah jangka panjang untuk mencegah terulangnya banjir di masa depan. Hal ini bisa dilakukan melalui penguatan sistem drainase, pengelolaan lahan, dan edukasi masyarakat tentang mitigasi bencana.
Kondisi Terkini di Wilayah Terdampak
Di tengah situasi yang sulit, masyarakat Dayeuhkolot dan sekitarnya tetap menunjukkan ketangguhan. Banyak warga saling membantu, baik dalam hal penyediaan logistik maupun pemulihan lingkungan. Namun, kondisi ini tetap memerlukan perhatian serius dari pihak berwenang agar tidak terjadi kerugian yang lebih besar.
Banyak kendaraan yang terjebak di genangan air, memaksa pengendara mendorong kendaraannya keluar dari banjir.
Antrean kendaraan yang panjang terjadi di Jalan Terusan Bojongsoang, jalur alternatif yang digunakan akibat banjir.

Tinggalkan Balasan