Upaya TNI dalam Menyelamatkan Warga Terdampak Bencana Banjir di Bireuen



Bencana banjir dan longsor yang terjadi di kawasan Bireuen, Aceh, masih menjadi tantangan besar bagi masyarakat setempat. Wilayah ini masih terisolasi akibat kerusakan infrastruktur yang parah. Berbagai upaya dilakukan oleh pihak berwenang dan TNI untuk memastikan bantuan dapat sampai ke para korban yang terjebak di sana.

Prajurit TNI dari Kodim 0111/Bireuen Kodam Iskandar Muda berupaya keras agar bantuan bisa segera disampaikan kepada warga. Salah satu cara yang digunakan adalah dengan memasang tali sebagai alat untuk menyeberangkan bantuan ke daratan. Langkah ini sangat penting mengingat akses jalan dan jembatan telah rusak akibat banjir yang melanda wilayah tersebut.







Putusnya jembatan penghubung antardesa di Desa Ceubrek akibat derasnya air banjir menyebabkan akses warga terganggu secara total. Hal ini membuat aktivitas sehari-hari masyarakat menjadi sulit. Untuk mengatasi masalah ini, anggota Babinsa Koramil 08/Gandapura di Desa Awe Geutah, Peusangan Selatan, membangun ‘jembatan’ sementara untuk membantu distribusi bantuan. Sementara itu, prajurit TNI juga membentuk barikade untuk memudahkan warga menyeberang sungai.

Akses jalan masih tertutup oleh material bekas banjir bandang seperti kayu, lumpur, dan batu-batuan. Dengan kondisi ini, warga perlahan-lahan dibantu untuk melakukan aktivitas sehari-harinya. Pemulihan kondisi jalan membutuhkan waktu dan kerja sama yang kuat antara TNI dan masyarakat setempat.

Selain itu, prajurit TNI juga dibantu oleh warga dalam mengangkut bantuan logistik. Bantuan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan makanan siap saji dimasukkan ke dalam karung. Karung-karung tersebut kemudian diikat di tali yang sudah disiapkan. Tali tersebut ditarik dari satu sisi ke sisi lainnya, sehingga bantuan bisa sampai ke lokasi pengungsian.





Jalur sungai yang selama ini menjadi satu-satunya akses warga terputus akibat tumpukan material banjir. Kondisi ini membuat masyarakat, termasuk anak-anak dan orang tua, kesulitan melintas. Dengan sigap, para Babinsa turun langsung ke sungai membantu warga menyeberang satu per satu. Mereka memastikan keselamatan masyarakat di tengah arus yang tidak stabil.





Komandan Kodim 0111/Bireuen, Letkol Arh Luthfi Novriadi, menyatakan bahwa apa yang dilakukan oleh para Babinsa dan anggota Pos Ramil adalah bentuk nyata pengabdian TNI AD dalam melindungi dan membantu masyarakat. Ia menekankan bahwa mereka hadir tepat saat warga membutuhkan, terutama ketika keselamatan masyarakat terancam.

Luthfi memastikan bahwa prajurit Kodim 0111/Bireuen akan tetap berada di garis terdepan dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana. Baik melalui dukungan fisik maupun bantuan moral, TNI akan terus berupaya agar warga bisa segera bangkit dari kondisi darurat akibat bencana banjir dan longsor.