Peringatan Cuaca BMKG untuk Selasa (2/12)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan cuaca untuk hari Selasa (2/12). Dengan proyeksi hujan dari intensitas ringan sampai sangat lebat, yang berpotensi disertai kilat dan hembusan angin kuat di berbagai kota besar di Indonesia.

Melalui informasi yang dirilis di laman resminya, prakirawan BMKG Lintang menjelaskan bahwa sejumlah zona konvergensi memanjang di berbagai titik, mulai dari perairan selatan Pulau Rote menuju Laut Flores, kawasan Laut Banda sampai Laut Arafura, perairan utara Aceh ke Sumatera Utara, Semenanjung Malaysia sampai Kepulauan Riau, hingga wilayah barat Lampung menuju Jambi.

Selain itu, pola serupa terlihat dari Samudra Hindia selatan DIY hingga Laut Jawa, Laut Natuna ke Kalimantan Utara, serta dari Laut Sawu menuju Sulawesi Tenggara. Rangkaian pertemuan angin ini, menurut Lintang, memicu peningkatan pembentukan awan hujan di wilayah yang dilalui jalur konvergensi maupun konfluensi tersebut.

Akibat kondisi atmosfer itu, BMKG memprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat, lengkap dengan potensi petir dan angin kencang, dapat terjadi di sejumlah kota besar seperti Bengkulu, Pangkal Pinang, Palangkaraya, Bandung, Yogyakarta, Mataram, Ternate, Mamuju, Manado, Kupang, dan Merauke.

Sementara itu, hujan ringan sampai sedang diperkirakan turun di berbagai kota lain, di antaranya Medan, Pekanbaru, Jambi, Palembang, Jakarta, Semarang, Surabaya, Pontianak, Samarinda, Denpasar, Palu, Gorontalo, Makassar, Kendari, Ambon, Sorong, Manokwari, Jayapura, Nabire, hingga Jayawijaya. Beberapa wilayah lainnya, seperti Padang dan Banda Aceh, diprediksi hanya mengalami cuaca berawan sepanjang hari.

Prediksi Cuaca untuk Dua Bulan Mendatang

Pada kesempatan berbeda, Senin (1/12), Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan bahwa dalam dua bulan mendatang sejumlah daerah—termasuk Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Sulawesi Selatan, Papua Selatan, serta Kalimantan—berpotensi menghadapi curah hujan tinggi hingga sangat tinggi.

Ia juga mengingatkan adanya peluang terbentuknya bibit siklon atau siklon tropis di kawasan selatan Indonesia menuju NTT, Laut Arafura, hingga perairan selatan Papua. Daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa, Bali, NTB, NTT, Maluku, Papua Selatan, dan Papua Tengah.

Menurut Faisal, periode November 2025 hingga April 2026 merupakan fase aktif pertumbuhan bibit siklon tropis di wilayah selatan Indonesia, yang sering kali memicu hujan deras dan angin kencang.

Wilayah yang Berpotensi Terdampak

Beberapa wilayah yang akan mengalami dampak cuaca ekstrem antara lain:

  • Jawa: Wilayah ini memiliki risiko tinggi terhadap hujan lebat dan angin kencang. Kota-kota seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya perlu waspada.
  • Bali dan Nusa Tenggara: Hujan intensif bisa terjadi, terutama di wilayah timur seperti Lombok dan Sumba.
  • Sulawesi Selatan dan Papua: Wilayah ini juga berpotensi mengalami hujan deras dan angin kencang, terutama di bagian selatan.
  • Kalimantan: Curah hujan tinggi bisa terjadi di beberapa wilayah, termasuk Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat.
  • Maluku dan Papua: Wilayah ini juga perlu mewaspadai potensi cuaca ekstrem, termasuk hujan lebat dan angin kencang.

Tips dan Saran untuk Masyarakat

Masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem disarankan untuk:

  • Memantau perkembangan cuaca melalui sumber resmi seperti BMKG.
  • Menjaga kebersihan lingkungan agar tidak terjadi banjir akibat limbah atau sampah.
  • Menyiapkan perlengkapan darurat seperti makanan, air minum, dan alat komunikasi.
  • Menghindari area rawan banjir dan longsor, terutama saat hujan lebat terjadi.

Dengan persiapan yang baik, masyarakat dapat lebih siap menghadapi perubahan cuaca yang mungkin terjadi.