Bank Mandiri, salah satu bank terbesar di Indonesia, baru saja mengumumkan penawaran awal Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025 (Sustainability Bond) dengan target nominal penerbitan sebesar Rp 5 triliun. Aksi korporasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat struktur pendanaan dan meningkatkan kapasitas pembiayaan yang selaras dengan kebutuhan transformasi ekonomi.

Tujuan Penerbitan Obligasi Keberlanjutan

Penerbitan obligasi ini bertujuan untuk memperkuat praktik pembiayaan yang sesuai dengan agenda transisi dan keberlanjutan. Direktur Treasury and International Banking Bank Mandiri, Ari Rizaldi, menjelaskan bahwa instrumen ini dirancang untuk memberikan pembiayaan yang lebih relevan dengan kebutuhan perubahan ekonomi saat ini. Dana hasil penawaran akan digunakan untuk membiayai atau membiayai kembali proyek-proyek yang sesuai dengan Kerangka Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan dan Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial.

Ari menegaskan bahwa kebutuhan pendanaan berkelanjutan semakin meningkat di tengah pergeseran praktik bisnis menuju standar ESG yang lebih ketat. Dengan demikian, instrumen ini diharapkan dapat memperluas kapasitas pembiayaan hijau dan sosial serta memperkuat likuiditas intermediasi agar pembiayaan strategis dapat tumbuh lebih inklusif dan adaptif.

Detail Penerbitan Obligasi

Obligasi keberlanjutan ini akan diterbitkan dalam tiga seri dengan tingkat bunga tetap dan tenor 370 hari, 3 tahun, dan 5 tahun. Pembayaran bunga dilakukan setiap tiga bulan melalui KSEI, dengan distribusi awal dijadwalkan pada 19 Desember 2025. Penawaran awal berlangsung dari 28 November hingga 4 Desember 2025. Masa penawaran umum akan dilaksanakan pada 15 hingga 16 Desember 2025, diikuti oleh penjatahan pada 17 Desember 2025 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 22 Desember 2025.

Instrumen ini telah mendapatkan peringkat idAAA dari Pefindo, yang menunjukkan tingkat kepercayaan investor terhadap instrumen berkelanjutan. Bank Mandiri menyadari bahwa minat investor terhadap instrumen berkelanjutan semakin meningkat sejalan dengan ekspansi pembiayaan hijau dan sosial yang semakin dibutuhkan berbagai sektor.

Harapan dan Dampak Ekonomi

Dengan penerbitan ini, Bank Mandiri berharap alokasi dana dapat terserap optimal dalam satu tahun sesuai ketentuan POJK 18 Tahun 2023. Hal ini diharapkan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas serta menguatkan ketahanan sektor keuangan nasional.

Melalui aksi korporasi ini, Bank Mandiri terus mendorong pembiayaan yang lebih produktif dan berkelanjutan agar manfaatnya terasa nyata. BMRI memastikan bahwa setiap keputusan strategis di Bank Mandiri dapat menghadirkan nilai tambah bagi perekonomian nasional dan memperkuat momentum pertumbuhan yang inklusif.