Jalur Utama Kabupaten Gayo Lues Tertutup Longsor dan Banjir

Ruas jalan utama di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, masih tertimbun longsor hingga hari ini, Senin (1/12/2025). Kondisi ini mengakibatkan beberapa jalur penghubung antar daerah lumpuh total. Ruas jalan Blangkejeren menuju Kutacane, Aceh Tenggara, serta jalur penghubung Blangkejeren-Takengon, Aceh Tengah, juga terdampak serupa. Selain itu, jalur yang mengarah ke Pining Lokop, Aceh Timur, juga tidak dapat dilalui karena longsoran dan banjir.

Kini, satu-satunya jalur keluar kabupaten Gayo Lues adalah arah ke Babahrot, Blangpidie, Aceh Barat Daya (Abdya). Kondisi ini membuat kabupaten tersebut terisolasi, sehingga berdampak pada ketersediaan kebutuhan pokok. Harga bahan makanan mulai meningkat, dan kebutuhan lain seperti gas Elpiji juga langka di wilayah tersebut.

Warga setempat menyebutkan bahwa dari arah Blangkejeren menuju Ise-ise Takengon terjadi longsor di sekitar 52 titik. Namun, sampai saat ini belum ada penanganan yang dilakukan. Fendi, seorang pejalan kaki dari arah Ise-ise menuju Blangkejeren, mengatakan kondisi ini sangat mengganggu aktivitas warga.

Selain itu, Hasbi, seorang warga setempat, menyampaikan bahwa ruas jalan Blangkejeren menuju Kutacane masih lumpuh total. Akibatnya, warga di Kecamatan Putri Betung juga terkurung dan mulai kehabisan stok sembako.

Banjir dan Longsor Menyebabkan Ratusan Rumah Hanyut

Bencana banjir dan longsor yang terjadi di Kabupaten Gayo Lues tidak hanya mengganggu transportasi, tetapi juga menimbulkan kerusakan besar pada rumah warga. Hasbi, yang sempat mengunjungi sejumlah desa dan kecamatan untuk memastikan keluarganya, menyebutkan bahwa mayoritas rumah warga hanyut akibat banjir.

Contohnya, di Desa Pasir Kecamatan Tripe Jaya, banyak rumah yang hanyut. Di Desa Agusen, banjir juga menyebabkan puluhan rumah warga hanyut di Kecamatan Blangkejeren. Begitu pula di Desa Tetumpum dan Atu Sempit, serta beberapa desa lainnya di Kecamatan Putri Betung, banjir melanda dan merusak perumahan warga.

Hasbi juga menyebutkan bahwa ada beberapa warga Gayo Lues yang sempat hanyut dan belum ditemukan. Dua orang warga dari Pepelan telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Dampak Bencana pada Kehidupan Warga

Bencana ini memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan warga. Selain kesulitan dalam akses transportasi, ketersediaan bahan pokok dan kebutuhan dasar lainnya menjadi masalah besar. Hal ini memicu kenaikan harga dan ketidakstabilan ekonomi di wilayah tersebut.

Masyarakat setempat berharap pemerintah dan lembaga terkait segera melakukan tindakan darurat untuk membersihkan jalur-jalur yang tertutup longsor dan memperbaiki infrastruktur yang rusak. Mereka juga berharap bantuan logistik bisa segera tiba untuk membantu warga yang terdampak bencana.