Bantuan Makanan untuk Korban Banjir di Aceh Tenggara
Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Kutacane, Budi Indra SPd MPd, memberikan bantuan berupa paket makanan kepada para korban banjir yang tinggal di beberapa desa di wilayah Aceh Tenggara. Bantuan ini dilakukan melalui Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Lawe Dua Kecamatan Bukit Tusam.
Paket makanan yang diberikan merupakan hasil masakan yang telah dipersiapkan dan dikelola selama ini oleh pihak sekolah. Bantuan ini dibagikan selama tiga hari berturut-turut, yaitu pada hari Kamis, Jumat, dan Sabtu. Berikut adalah daftar desa-desa yang menerima bantuan:
- Desa Bambel Baru
- Desa Kute Lengat Selian
- Desa Kute Lengat Pagan
- Desa Mbak Sako
- Desa Tualang Lama
- Desa Alur Buluh
- Desa Maha Singkil
Dalam rincian pembagian, pada hari pertama (Kamis) sebanyak 700 porsi nasi bungkus dibagikan. Di hari kedua (Jumat), jumlahnya meningkat menjadi 2.700 porsi, dan pada hari ketiga (Sabtu) sebanyak 600 porsi.
Bentuk Kepekaan terhadap Masyarakat
Budi Indra mengatakan bahwa bantuan ini merupakan wujud kepedulian terhadap masyarakat dan anak-anak didik. Ia menekankan bahwa sebagai kepala sekolah, ia merasa memiliki tanggung jawab untuk membantu meringankan beban korban banjir, khususnya bagi keluarga siswa yang terdampak.
“Sebagai guru dan kepala sekolah, saya ingin memberikan dukungan nyata kepada masyarakat. Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan kesulitan mereka,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa bantuan tersebut tidak hanya ditujukan kepada para korban banjir, tetapi juga menjadi bentuk perhatian terhadap anak-anak dan orang tua murid. Dengan adanya bantuan makanan, diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar para korban banjir.
Penyediaan Makanan yang Terstruktur
Pembagian makanan dilakukan secara teratur dan terencana. Setiap hari, tim dari Dapur SPPG Lawe Dua melakukan persiapan dan pengemasan makanan sebelum dibagikan ke desa-desa yang terkena dampak banjir. Hal ini menunjukkan komitmen pihak sekolah dalam menjalankan program bantuan sosial yang berkelanjutan.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi contoh bagaimana lembaga pendidikan dapat turut serta dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana alam. Dengan melibatkan sumber daya yang ada, seperti dapur sekolah dan tenaga pengajar, diharapkan dapat memberikan dampak positif yang lebih luas.
Komentar dari Pihak Sekolah
Menurut Budi Indra, kegiatan ini bukan hanya tentang distribusi makanan, tetapi juga sebagai bentuk solidaritas dan kebersamaan antara sekolah dan masyarakat. Ia berharap, dengan adanya bantuan ini, semangat gotong royong dan saling membantu dapat terus berkembang.
“”
Ia juga berharap, kegiatan seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi institusi lain untuk ikut berpartisipasi dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Dengan kolaborasi yang baik, diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sejahtera bagi semua pihak.

Tinggalkan Balasan