PT KAI (Persero) telah mempersiapkan layanan kereta khusus untuk para petani dan pedagang. Layanan tersebut akan mulai beroperasi pada Senin, 1 Desember 2025, dengan tarif tiket yang sangat terjangkau yaitu sebesar Rp 3.000. Harga tiket yang rendah ini didukung oleh dana Public Service Obligation (PSO) yang disediakan pemerintah. PSO merupakan bentuk subsidi dari pemerintah yang dialokasikan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA).

Menurut Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, setiap harinya akan tersedia 7 perjalanan dari stasiun Merak dan 7 perjalanan dari Rangkasbitung. Jadwal operasional kereta tersebut sesuai dengan jadwal Commuter Line Merak saat ini.

Untuk dapat menaiki kereta tersebut, para petani dan pedagang harus melakukan registrasi terlebih dahulu di loket yang telah ditentukan. Mereka wajib membawa kartu identitas dan mengisi formulir registrasi agar dapat diverifikasi oleh petugas. Setelah itu, pendaftar akan mendapatkan kartu khusus untuk petani dan pedagang.

Setelah memiliki kartu tersebut, pemesanan dan pembelian tiket bisa dilakukan mulai H-7 sebelum keberangkatan dari stasiun Commuter Line Merak. Pemegang kartu juga dapat masuk ke area tunggu dua jam sebelum jadwal keberangkatan.

Namun, bagi masyarakat yang belum melakukan registrasi, tetap bisa membeli tiket pada hari keberangkatan, asalkan tiket masih tersedia di loket. Selain itu, ada beberapa syarat tambahan yang harus dipenuhi. Salah satunya adalah ukuran barang bawaan. KAI Commuter menetapkan bahwa setiap penumpang hanya diperbolehkan membawa maksimal 2 koli atau 2 tentengan. Setiap koli memiliki dimensi maksimal 100 cm x 40 cm x 30 cm.

Selain itu, terdapat larangan terkait jenis barang yang diperbolehkan dibawa. Barang bawaan yang berbau menyengat, hewan ternak, serta barang yang mudah terbakar tidak diperkenankan dibawa. Begitu pula dengan senjata tajam atau benda yang berpotensi menyebabkan api, seperti korek api atau alat penghasil api. Larangan ini diberlakukan untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan seluruh penumpang.

Dengan adanya layanan ini, diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi para petani dan pedagang dalam melakukan perjalanan. Tarif yang murah dan fasilitas yang disediakan menjadi langkah strategis dalam mendukung ekonomi masyarakat di daerah-daerah sekitar jalur kereta api.