Kiprah Cepat Fajar/Fikri di BWF World Tour Finals 2025

Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, berhasil meraih tiket ke BWF World Tour Finals 2025 dalam waktu empat bulan sejak mereka ditandemkan pada Juli lalu. Keberhasilan ini diraih setelah tampil mengesankan dalam beberapa turnamen bergengsi, termasuk Japan Open 2025 (Super 750), juara China Open 2025 (Super 1000), dan menjadi runner-up di Korea Open, Denmark Open, French Open, serta Australian Open 2025.

Fikri mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian ini. “Pertama-tama bersyukur Alhamdulillah bisa tembus juga ke World Tour Finals. Ini juga tidak diduga karena dengan hanya ikut 8 pertandingan akhirnya bisa masuk dan hasilnya cukup baik jadi senang,” ujarnya.

Meski telah lolos ke World Tour Finals, Fajar/Fikri belum pernah meraih gelar juara sejak berpasangan. Terbaru, mereka dikalahkan oleh junior sendiri, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, dengan skor 20-22, 21-10, 18-21.

“Hasilnya di luar ekspektasi dan memang tidak buruk juga. Jadi Alhamdulillah karena dengan persiapan dan target yang besar juga ingin tembus World Tour Finals cukup ada beban,” kata Fikri.

Persaingan yang Berat di World Tour Finals

Fajar/Fikri, yang kini berada di peringkat ke-11 dunia, menyadari bahwa persaingan di World Tour Finals sangat ketat. “Yang pasti persaingan World Tour Finals ada 8 pasang ganda terbaik. Jadi, memang sangat tidak mudah. Kami harus lebih siap lagi dari segi fokus, mental, dan fisik harus ditingkatkan lagi.”

Fikri menegaskan bahwa persiapan untuk turnamen tersebut tidak berbeda jauh dari biasanya. “Kalau persiapan khusus tidak ada juga maksudnya seperti persiapan biasa. Yang pasti persiapan saya dan A’ Fajar agak berbeda karena saya lebih muda dan A’ Fajar usianya tidak semuda saya.”

Ia juga menyebutkan bahwa kunci keberhasilan mereka adalah komunikasi yang baik. “Kunci bisa menanjak dari segi komunikasi, saya dan A’ Fajar sangat baik karena dari kecil sudah dibimbing oleh dia. Sudah diajari dan dikasih tahu apapun jadi kasarnya mau diomongin apapun saya terima karena kami sudah saling mengerti dan mengenal juga.”

Kekuatan Lawan dan Target di Indonesia Masters 2026

Fikri juga memberikan penjelasan tentang kelebihan pasangan Raymond/Joaquin, yang saat ini berada di peringkat ke-24 dunia. “Kelebihan mereka pemain muda, fisiknya lebih fresh, tenaganya lebih kuat, lebih cepat juga bermain di lapangannya dan itu kelebihan mereka.”

Namun, ia menyarankan agar pasangan muda ini tidak cepat puas. “Tetapi, saya ingin mereka harus lebih fokus saja karena ini baru perjalanan awal. Jangan cepat puas masih banyak rintangan ke depan.”

Menjelang Indonesia Masters 2026, yang akan digelar pada 20-25 Januari mendatang, Fikri dan Fajar akan bertanding pertama kali di Istora Senayan, Jakarta. “Indonesia Masters tahun depan konsep baru juga. Pasti akan lebih seru, lebih ramai. Yang pasti, saya ingin menampilkan yang terbaik.”

Fikri mengakui bahwa tekanan sebagai tuan rumah akan menjadi tantangan tersendiri. “Beban pastinya selalu ada tinggal bagaimana cara kita mengatasinya dan memang pertama kali berpasangan dengan A’ Fajar sebagai tuan rumah.”

Ia juga menyampaikan target utamanya. “Target? Pasti ingin juara, tetapi seperti yang sudah-sudah tidak mudah. Dari Super 500-1000 sama, lawannya itu-itu saja. Pemain terbaik turun.”