Kedatangan Menteri BP2MI di Palangka Raya Diterima dengan Upacara Adat

Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Mukhtarudin, tiba di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya pada Kamis (27/11/2025) siang. Ia datang bersama istrinya, Siti Marwiyah Mukhtarudin, untuk memulai rangkaian kunjungan kerja di Kalimantan Tengah.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Mukhtarudin tampak mengenakan kemeja putih yang dipadukan dengan aksesori khas Dayak. Penampilannya ini menjadi bagian dari prosesi penyambutan adat yang dilakukan oleh masyarakat setempat.

Setibanya di area VIP Bandara, kedua orang tua itu disambut langsung oleh Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran. Prosesi penyambutan dimulai dengan pengalungan kalung lilis lamiang dan penyematan lawung, yang merupakan simbol penghormatan bagi tamu kehormatan yang berkunjung ke Bumi Tambun Bungai.

Momen Unik Saat Penyambutan Menteri Mukhtarudin

Selain prosesi adat, terdapat dua momen unik sekaligus dalam kedatangan Menteri Mukhtarudin. Pertama, Ketua Badko HMI Kalimantan Tengah, Restu Ronggo Wicaksono, menyematkan gordon HMI berwarna hijau-hitam kepada Menteri Mukhtarudin. Penyematan ini dilakukan setelah prosesi adat pengalungan kalung lilis lamiang dan penyematan lawung oleh Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran.

Gordon HMI tersebut menjadi simbol penghormatan organisasi mahasiswa Islam itu kepada alumninya yang kini mencatat sejarah sebagai salah satu putra daerah pertama yang menduduki posisi menteri asal Kalimantan Tengah.

Momen kedua terjadi saat Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, tiba-tiba mengambil alih kemudi dan menyetir sendiri mobil yang membawa Menteri Mukhtarudin. Aksi ini menunjukkan rasa hormat dan antusiasme dari pihak pemerintah setempat terhadap kedatangan Menteri BP2MI.

Perhatian DPRD Kalteng terhadap Listrik di Desa Murung Raya

Di sisi lain, anggota DPRD Kalteng, Sirajul Rahman, mendesak agar pemerintah kabupaten Murung Raya memperhatikan desa-desa yang belum mendapat akses listrik. Menurutnya, listrik merupakan kunci utama untuk mendorong kesejahteraan masyarakat di daerah terpencil.

Sirajul Rahman mengatakan, “Memang untuk daerah-daerah terpencil di pedesaan, itu masih ada desa yang belum teraliri listrik.” Ia menekankan pentingnya perhatian pemerintah terhadap masalah ini, terutama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah tersebut.

Duka Cita atas Korban Kebakaran di Hong Kong

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa kebakaran besar di Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong, pada Rabu (26/11/2025). Insiden tersebut mengakibatkan 13 orang meninggal dunia dan 15 orang lainnya mengalami luka-luka.

Enam korban merupakan Warga Negara Indonesia atau Pekerja Migran Indonesia (WNI/PMI). Dari keenam korban tersebut, dua di antaranya dilaporkan meninggal dunia.

Menteri BP2MI, Mukhtarudin, dalam rilis yang disampaikan pada Kamis (27/11/2025) malam WIB, menyampaikan duka cita yang mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa ini. Ia juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap para pekerja migran Indonesia di luar negeri.