Kondisi Jalan yang Berdebu Akibat Proyek Pembangunan Kantor Gubernur

Kondisi jalan yang berdebu kembali menjadi sorotan masyarakat di wilayah Sorong, Papua Barat Daya. Masalah ini muncul akibat aktivitas pembangunan Kantor Gubernur Papua Barat Daya yang berlangsung di sekitar Jalan Nasional Sorong-Aimas, tepatnya di Kilometer 16, Kota Sorong. Pengendara sepeda motor dan pengguna jalan lainnya mengeluhkan kondisi debu yang mengganggu kenyamanan perjalanan mereka.

Pengeluhan Pengendara dan Warga Sekitar

Wahidin (35), seorang pengendara sepeda motor, menyampaikan kekecewaannya terhadap kurangnya pengaturan proyek pembangunan yang menyebabkan gangguan bagi pengguna jalan. Ia menilai bahwa jika pihak pelaksana proyek memperhatikan aspek lingkungan dan keselamatan, maka kondisi seperti ini bisa diminimalkan.

“Seharusnya, jika membangun kantor Gubernur Papua Barat Daya, tim wajib mengatur agar tidak mengganggu aktivitas warga yang melintas,” ujarnya. Menurut Wahidin, Jalan Sorong-Aimas merupakan akses utama antar kabupaten dan kota, sehingga keberadaan debu sangat mengganggu masyarakat.

Ia juga menyarankan agar kendaraan proyek ditertibkan sebelum beraktivitas di jalan umum. “Jangan sampai material proyek jatuh dan menimbulkan debu yang mengganggu aktivitas warga,” katanya.

Perencanaan Konstruksi yang Tidak Matang

Menurut Wahidin, pekerjaan konstruksi seperti ini seharusnya memiliki perencanaan matang, termasuk mitigasi dampak negatif dari aktivitas bongkar muat material sejak awal. Ia berharap pihak terkait dapat lebih memperhatikan aspek lingkungan dan keselamatan dalam setiap proyek pembangunan.

Sudarto, warga Aimas, juga merasa terganggu oleh kondisi jalan yang berdebu. Ia berharap pemerintah mencari solusi lain agar pengendara tidak terperangkap oleh debu sisa material. “Kami hanya berharap adanya kebijakan yang lebih baik agar kondisi jalan tetap bersih dan aman untuk semua pengguna,” ujarnya.

Solusi yang Diharapkan Masyarakat

Masyarakat setempat berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah-langkah yang efektif untuk mengatasi masalah debu yang muncul dari aktivitas pembangunan. Beberapa solusi yang direkomendasikan antara lain:

  • Pemakaian alat penyemprot air atau penutupan material dengan karung plastik untuk mencegah debu menyebar.
  • Penertiban kendaraan proyek agar tidak melintasi jalur yang tidak diperuntukkan.
  • Peningkatan koordinasi antara pihak proyek dan instansi terkait untuk memastikan kebersihan lingkungan sekitar lokasi pembangunan.

Dengan adanya solusi tersebut, diharapkan kondisi jalan yang berdebu tidak lagi menjadi masalah yang mengganggu kenyamanan masyarakat dan pengguna jalan.