Kedatangan Terpidana Makar NFRPB Disambut Antusias oleh Masyarakat Sorong
Pada Rabu (26/11/2025), empat terpidana kasus makar Negara Federal Republik Papua Barat (NFRPB) tiba di Bandara Internasional Domine Edward Osok (DEO) Sorong, Papua Barat Daya. Kedatangan mereka disambut dengan antusias oleh sejumlah masyarakat setempat yang hadir secara langsung.
Sejak pukul 06.00 WIT, massa telah berkumpul di pintu kedatangan bandara. Mereka membawa spanduk dan melakukan orasi untuk menyampaikan aspirasi mereka. Salah satu orator, Sance Karsau, menjelaskan bahwa kehadiran massa bertujuan untuk menjemput para pejuang kemerdekaan bangsa Papua.
“Hari ini adalah momentum bersejarah bagi rakyat Papua, sebab keempat anak bangsa West Papua telah kembali melalui cara damai,” ujarnya.
Keempat terpidana tersebut sebelumnya ditangkap dan diadili karena menjadi perantara surat dari Presiden NFRPB yang ditujukan kepada pemerintah Republik Indonesia di Papua Barat Daya. Massa yang hadir secara tegas menyuarakan aspirasi bahwa setiap orang di Papua telah lama mendambakan kemerdekaan di Bumi Cenderawasih.
“Di Indonesia, kami tak bisa mengibarkan bendera kami, padahal daerah ini milik kami,” kata Sance.
Salah satu terpidana yang bebas, Abraham Goram Gaman, menyampaikan rasa syukur atas kebebasannya dan meminta massa untuk menjaga ketertiban selama aksi. Ia menyarankan agar semua berjalan kaki dari bandara hingga Komplek Yohan, dengan tetap menjaga suasana damai.
“Kita akan berjalan kaki dari bandara hingga ke Komplek Yohan. Saya minta harus semuanya dalam keadaan damai,” ujarnya.
Abraham menjelaskan bahwa aksi damai ini merupakan bagian dari perjuangan mewujudkan hak rakyat West Papua sebagai sebuah negara. Ia yakin bahwa keadilan telah berpihak kepada mereka.
“Kita tidak makar, kriminalisasi, dan lain sebagainya. Maka, kita juga tidak boleh mengkriminalisasi keadilan di atas negeri West Papua,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa proses perjuangan Papua dalam bingkai Negara Federal Republik Papua adalah tahapan yang sesuai aturan internasional dan harus dilakukan secara damai.
Peran Masyarakat dalam Menyuarakan Aspirasi
Massa yang hadir di Bandara DEO Sorong tidak hanya sekadar menyambut keempat terpidana, tetapi juga memberikan dukungan moral terhadap perjuangan rakyat Papua. Mereka menunjukkan bahwa aspirasi kemerdekaan masih hidup dan diperjuangkan oleh banyak pihak.
- Dalam orasinya, Sance Karsau menekankan pentingnya keberlanjutan perjuangan.
- Ia menyatakan bahwa kemerdekaan bukan hanya tentang politik, tetapi juga tentang hak asasi manusia.
- Massa juga menyerukan agar semua pihak dapat menjaga harmoni dan saling menghormati.
Harapan untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Abraham Goram Gaman mengatakan bahwa keadilan yang diraih hari ini adalah awal dari perjuangan yang lebih besar. Ia berharap ke depannya, rakyat Papua dapat terus berjuang tanpa adanya ancaman atau pembatasan.
- Kebebasan adalah hak dasar yang harus dihargai.
- Perjuangan kemerdekaan harus dilakukan dengan cara yang damai dan konstitusional.
- Semua pihak harus bersatu untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi rakyat Papua.
Dengan kedatangan keempat terpidana ini, masyarakat di Sorong dan sekitarnya menunjukkan bahwa semangat perjuangan tidak pernah padam. Mereka tetap percaya bahwa kemerdekaan adalah tujuan akhir yang layak diperjuangkan.

Tinggalkan Balasan