Bencana Hidrometeorologi Melanda Sumatra Barat
Beberapa wilayah di Provinsi Sumatra Barat dilaporkan mengalami bencana hidrometeorologi selama akhir pekan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyebutkan bahwa hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada hari Sabtu (22/11) dan Minggu (23/11) menjadi penyebab utama banjir dan tanah longsor.
Juru bicara BPBD Sumatra Barat, Ilham Wahab, menjelaskan bahwa curah hujan tinggi menyebabkan genangan air di berbagai titik. Selain itu, tanah longsor juga terjadi dan menyebabkan kerusakan pada dua ruas jalan, satu saluran irigasi, serta sebuah sekolah.
Di Kota Padang, cuaca ekstrem menyebabkan pohon tumbang di beberapa wilayah, sehingga mengganggu akses jalan. Di kota lainnya, seperti Solok, hujan deras menimbulkan banjir di sejumlah titik. Dalam peristiwa ini, satu bangunan ambruk dan memengaruhi enam kepala keluarga yang terdiri dari 18 jiwa.
Banjir Menyergap Berbagai Nagari
Di Kabupaten Agam, banjir melanda sejumlah nagari. Sebanyak 30 rumah di Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, serta tiga rumah di Nagari Cingkariang, Kecamatan Banuhampu, terendam banjir. Sementara itu, di Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuah, jalan sepanjang 25 meter ambles dan sekitar tiga hektare sawah terendam banjir.
Di Kabupaten Padang Pariaman, banjir juga merendam sebanyak 608 rumah, yang berdampak pada 1.824 warga dari 608 kepala keluarga (KK). Keadaan ini memicu evakuasi warga, baik secara mandiri maupun oleh tim gabungan.
Dampak Luapan Sungai
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan adanya empat sungai yang meluap akibat curah hujan tinggi. Empat sungai tersebut adalah Sungai Batang Anai, Batang Ulakan, Batang Lubuak, dan Batang Kamumuan. Luapan air ini menggenangi permukiman warga di tujuh kecamatan dan 14 nagari di Kabupaten Padang Pariaman.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa dua warga di Padang Pariaman mengalami luka ringan. Seluruh warga terdampak telah dievakuasi sesuai prosedur.
Kerusakan Infrastruktur
Selain itu, banjir juga menyebabkan kerusakan pada infrastruktur. Seluas 108,5 hektare sawah di Padang Pariaman rusak akibat banjir. Dua jembatan juga mengalami kerusakan, serta berdampak pada satu bendungan, dua saluran irigasi, dan satu sekolah.
Imbauan untuk Masyarakat
BNPB mengimbau masyarakat tetap waspada dan menghindari tepi sungai. Selain itu, masyarakat diharapkan mengikuti arahan pemerintah daerah serta segera melaporkan apabila terjadi peningkatan debit air. Untuk mengantisipasi risiko bencana, masyarakat diminta memantau informasi cuaca secara berkala.

Tinggalkan Balasan