Desain Vivo X300 Pro

Vivo X300 Pro menawarkan desain yang sedikit berbeda dibandingkan model sebelumnya. Jika pendahulunya memiliki tepi yang lembut dengan panel kaca melengkung ke dalam bingkai, maka kini Vivo X300 Pro lebih cenderung datar. Pulau kamera yang besar tetap menjadi pusat perhatian, dengan logo ZEISS yang kecil namun mencolok di tengahnya. Bagian depan dan belakang ponsel ini juga dibuat datar sepenuhnya, mengikuti tren universal saat ini.

Di sisi kiri ponsel terdapat Shortcut Button baru yang tampilan, rasa, dan fungsinya mirip dengan Action Button di iPhone. Menu untuk menyesuaikan fitur ini pun terlihat persis sama. Ponsel ini juga didukung peringkat IP68 dan IP69 untuk ketahanan terhadap debu dan air. Meski demikian, dengan ketebalan sekitar 7,99 mm dan bobot 226 gram, ia memang sedikit lebih berat dibandingkan model standar.

Layar Vivo X300 Pro

Di bagian depan, pengguna akan menemukan layar AMOLED 6,78 inci dengan resolusi 2800 x 1260 piksel dan dukungan kecepatan refresh 120Hz. Pabrikan mengklaim kecerahan puncak mencapai 4.500 nits, namun dalam pengujian hasilnya mencapai 2.000 nits. Warnanya sangat mendekati target pada skala sRGB.

Panel Vivo X300 Pro sudah mendukung semua standar HDR utama, termasuk Dolby Vision. Aplikasi Netflix melaporkan kemampuan untuk HDR10, HDR10+, dan Dolby Vision, serta dapat memutar konten HDR dan Full HD. Performa layar ini sangat baik dan cocok untuk penggunaan sehari-hari.

Performa Vivo X300 Pro

Untuk urusan dapur pacu, Vivo X300 Pro menggunakan MediaTek Dimensity 9500, sebuah chipset yang diperkenalkan melalui kemitraan dua perusahaan. Dengan prosesor ini, perangkat lunak ponsel ini dioptimalkan untuk bekerja sama dengan prosesor tangguh tersebut.

Dalam uji benchmark, Vivo X300 Pro menunjukkan kinerja yang baik, dengan skor sedikit lebih tinggi daripada OPPO Find X9 Pro yang menggunakan chipset yang sama. Uji AnTuTu 10 menunjukkan bahwa Vivo X300 Pro mampu meraih skor 2,98 jutaan, setara dengan Realme GT 8 Pro, serta mengungguli Xiaomi 15 Ultra dan Samsung Galaxy S25 Ultra.

Meski demikian, dalam kondisi beban yang berkepanjangan, perangkat ini tidak jauh berbeda dari kebanyakan ponsel kelas atas belakangan ini. Untungnya, suhu permukaan masih cukup terkendali.

Vivo X300 Pro berjalan dengan Android 16 yang dilengkapi OriginOS 6 milik perusahaan. Penyempurnaan ini sangat baik setelah sebelumnya selalu mengandalkan Funtouch OS. OriginOS 6 sangat cepat dan mulus. Cepatnya, cukup mengetuk satu ikon aplikasi, dan saat aplikasi tersebut terbuka, pengguna bisa langsung mengetuk ikon lain, menghentikan animasinya, dan membuka ikon kedua.

Tidak hanya itu, ada layar kunci yang dapat diatur dan fitur always-on-display yang familiar. Ada juga Origin Island yang serupa dengan Dynamic Island Apple atau Now Bar di Samsung, alat penulisan AI, penyuntingan gambar generatif, dan semua fitur keren lainnya.

Kamera Vivo X300 Pro



Perangkat ini membawa kamera utama Sony Lytia LYT-828 50MP menggantikan model 818 pada generasi sebelumnya. Ia ditemani kamera telefoto Samsung ISOCELL HPB 200MP. Ada juga kamera ultrawide dan selfie yang sama-sama memakai Samsung ISOCELL JN1 50MP.

Foto siang hari dari kamera utamanya tampak hebat, baik dari jauh maupun dekat, dengan rentang dinamis yang luas, white balance otomatis yang andal, warna-warna menyenangkan, dan detail yang luar biasa. Saat malam hari, performa kamera utama juga sangat baik. Ia menawarkan pencahayaan yang bagus, rentang dinamis lebar, detail yang oke, sekaligus menjaga sorotan tetap terkendali.

Kualitas kamera telefoto tidak kalah cakep. Pengguna akan mendapatkan hasil jepretan yang detail dengan kontras yang luar biasa dan warna yang cerah. Sementara itu, dengan peningkatan yang signifikan, kamera depan menawarkan foto close-up yang tajam, warna kulit bagus, rentang dinamis yang lebar, dan detail yang baik. Namun, kualitasnya memang sedikit menurun saat kondisi minim cahaya.

Jika ingin memaksimalkan pengalaman memotret, bisa membeli Kit Fotografi yang mencakup casing, lensa zoom yang dapat dilepas untuk dipasang di atas kamera telefoto, dan tali gantungan yang kuat.

Baterai Vivo X300 Pro

Di balik kap, Vivo X300 Pro mengemas baterai 6.510 mAh, lebih besar daripada kepunyaan model standar. Mengingat ponselnya yang tidak terlalu tebal, ini tentu luar biasa. Sayangnya, meski baterainya besar, Vivo X300 Pro bukan ponsel lari maraton yang ideal. Memang masih bisa bertahan seharian, tetapi Galaxy S25 Ultra dan OPPO Find X9 Pro jauh lebih baik.

Mendukung baterai, ada pengisian daya cepat 90W, yang diklaim dapat mengisi daya dari 0 sampai 100 persen dalam waktu 31 menit saja, jauh lebih cepat dibandingkan Galaxy S25 Ultra dan iPhone 17 Pro Max.

Harga Vivo X300 Pro

Untuk pasaran Indonesia, Vivo X300 Pro ditawarkan dengan harga Rp18.999.000, menggendong RAM 16GB dan penyimpanan internal 512GB. Ponsel ini hadir dalam warna Dune Brown, Cloud White, dan Phantom Black.