Pelanggaran Lalu Lintas yang Masih Marak di Jalur Pantura Cirebon
Operasi Zebra Lodaya 2025 yang digelar di Jalur Pantura Cirebon kembali menunjukkan berbagai pelanggaran lalu lintas yang sering kali dianggap sepele oleh pengendara. Pada hari Kamis (20/11/2025), petugas Satlantas Polresta Cirebon melakukan patroli rutin dan menemukan berbagai pelanggaran, mulai dari pengendara motor yang tidak menggunakan helm hingga truk besar yang parkir sembarangan di bahu jalan.
Pengendara Motor Tidak Memakai Helm dan Melawan Arus
Di salah satu pertigaan kecil sekitar jalur Pantura, seorang ibu yang mengendarai motor bersama tiga anaknya menjadi perhatian petugas. Ibu tersebut ditemukan tidak memakai helm dan melawan arus lalu lintas. Alih-alih merasa panik, ia justru tersenyum saat ditegur oleh petugas kepolisian. Situasi ini menunjukkan masih rendahnya kesadaran sebagian pengguna jalan dalam mematuhi aturan keselamatan.
Truk Parkir Sembarangan di Bahu Jalan
Tidak jauh dari lokasi tersebut, terjadi pelanggaran lain yang lebih berbahaya. Puluhan truk ditemukan parkir sembarangan di bahu jalan Pantura, tepat di dekat akses masuk Tol Palimanan. Beberapa truk bahkan diparkir hingga dua banjar, sehingga membuat badan jalan menyempit dan membahayakan pengguna jalan lain, terutama pada jam sibuk.
Petugas langsung memberikan teguran keras kepada para sopir truk. Kasat Lantas Polresta Cirebon, Kompol Mangku Anom Sutresno, menegaskan bahwa memarkir kendaraan di bahu jalan bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal.
“Kami memberikan teguran keras kepada para sopir truk agar tidak memarkirkan kendaraan di bahu jalan. Ini sangat membahayakan pengendara lain dan memiliki potensi kecelakaan yang tinggi,” ujarnya seusai memimpin jalannya patroli.
Kecelakaan dengan Tingkat Fatalitas Tinggi
Menurut data kecelakaan yang dikumpulkan Polresta Cirebon, insiden yang melibatkan truk yang terparkir di bahu jalan memiliki tingkat fatalitas paling tinggi, meskipun bukan penyebab kecelakaan tertinggi. Data ini menunjukkan pola yang cukup mengkhawatirkan.
“Meski bukan penyebab kecelakaan tertinggi, insiden yang melibatkan truk terparkir di bahu jalan memiliki tingkat fatalitas paling tinggi,” ucap Anom.
Ia mengimbau para sopir, khususnya yang sering berhenti untuk beristirahat di sepanjang jalur Pantura, agar lebih memperhatikan posisi parkir kendaraannya. “Kami menghimbau agar teman-teman sopir yang menyempatkan waktu beristirahat di sepanjang Pantura bisa lebih memperhatikan penempatan kendaraannya dan tetap menjaga keselamatan orang lain.”
Ancaman Kecelakaan Akibat Truk Terparkir
Data Polresta Cirebon juga mencatat bahwa kecelakaan dengan tingkat fatalitas tertinggi dalam beberapa tahun terakhir terjadi akibat kendaraan menabrak truk yang terparkir di bahu jalan pada malam hari.
“Angka kecelakaan dengan fatalitas paling tinggi adalah karena menabrak kendaraan yang terparkir di bahu jalan. Pengendara truk kami harapkan memilih tempat yang lebih aman, bukan berhenti di bahu jalan,” tambahnya.
Operasi Zebra Lodaya 2025 untuk Meningkatkan Kesadaran Berlalu Lintas
Operasi Zebra Lodaya 2025 akan terus digelar untuk meningkatkan disiplin berlalu lintas sekaligus meminimalisir potensi kecelakaan, terutama di jalur rawan seperti Pantura Cirebon.

Tinggalkan Balasan