JAKARTA, Rajawalinews.id
Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut telah menetapkan prioritas dalam pengiriman prajurit ke wilayah Gaza, Palestina. Mereka yang dipilih adalah anggota korps kesehatan dan konstruksi, karena tugas utama mereka adalah membantu masyarakat sipil yang terkena dampak konflik serta memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat perang.
Kepala Pusat Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal), Laksamana Pertama Tunggul, menjelaskan bahwa tugas-tugas yang akan diemban oleh prajurit tersebut sangat spesifik. Ia menyampaikan bahwa fokus utama adalah pada bidang kesehatan untuk memberikan bantuan medis kepada warga sipil yang menjadi korban konflik.
“Di mana difokuskan kepada prajurit di bidang kesehatan untuk membantu masyarakat sipil yang menjadi korban perang selama konflik berlangsung,” ujar Tunggul saat dikonfirmasi.
Sementara itu, prajurit dari korps konstruksi akan bertugas memperbaiki infrastruktur yang hancur akibat perang di wilayah Gaza. Tunggul menegaskan bahwa perekrutan prajurit ini dilakukan berdasarkan instruksi langsung dari Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah merencanakan pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza melalui Yordania, salah satu negara yang memiliki perbatasan langsung dengan Palestina. Rencana ini diungkapkan oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin setelah menerima kunjungan Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Yordania, Mayor Jenderal Pilot Yousef Ahmed Al-Hunaity, di Kementerian Pertahanan pada Jumat (14/11/2025).
“Presiden Prabowo menyiapkan pasukan cukup besar karena, sebagaimana teman-teman tahu, kita sedang menyiapkan juga pembangunan kekuatan kita di Indonesia yang juga sedang kita tingkatkan,” ujar Sjafrie.
Menurut Sjafrie, sebanyak 20.000 prajurit dari bidang kesehatan dan konstruksi akan diberangkatkan ke Gaza. Ia menjelaskan bahwa rencana ini tidak hanya bertujuan untuk membantu masyarakat Palestina, tetapi juga sebagai bagian dari upaya memperkuat kekuatan militer Indonesia.
“Jadi, pemikiran beliau, kita maksimalkan 20.000 prajurit yang kita siapkan, tetapi spesifikasinya kepada kesehatan dan juga konstruksi,” ucap dia.
Pengiriman pasukan ini dilakukan setelah pemerintah mengamati adanya upaya perdamaian antara Palestina dan Israel. Beberapa langkah seperti gencatan senjata dan pelucutan senjata telah terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Dengan demikian, pasukan yang dikirim nantinya memiliki tugas penting untuk menjaga situasi damai agar dapat bertahan lebih lama hingga tercapai perundingan politik yang lebih stabil.
Prioritas Pengiriman Prajurit
Beberapa hal yang menjadi prioritas dalam pengiriman prajurit TNI Angkatan Laut ke Gaza antara lain:
Bantuan kesehatan: Prajurit dari korps kesehatan akan bertugas memberikan layanan medis kepada warga sipil yang terluka atau membutuhkan perawatan darurat.
Perbaikan infrastruktur: Prajurit dari korps konstruksi akan bekerja membangun kembali fasilitas umum yang rusak akibat konflik.
Koordinasi dengan pihak internasional: Pasukan TNI akan bekerja sama dengan organisasi internasional dan pihak-pihak terkait di wilayah Gaza.
Peningkatan kapasitas militer Indonesia: Pengiriman ini juga menjadi bagian dari strategi peningkatan kemampuan militer Indonesia secara keseluruhan.
Langkah Strategis untuk Perdamaian
Pengiriman pasukan perdamaian ini merupakan bagian dari upaya diplomasi dan kemanusiaan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Dengan partisipasi aktif dalam misi perdamaian, Indonesia menunjukkan komitmennya untuk mendukung stabilitas regional dan global.
Selain itu, kehadiran pasukan TNI di Gaza juga akan memberikan dampak positif bagi citra Indonesia di mata dunia, terutama dalam konteks kerja sama multilateral dan keamanan internasional.
Tantangan dan Persiapan
Meski ada banyak harapan, pengiriman pasukan ke Gaza juga menuntut persiapan yang matang. Mulai dari pelatihan khusus, penyediaan logistik, hingga koordinasi dengan pihak lokal. Hal ini dilakukan agar para prajurit dapat menjalankan tugasnya dengan efektif dan aman.
Dengan berbagai persiapan yang dilakukan, TNI Angkatan Laut yakin bisa memberikan kontribusi nyata dalam upaya menciptakan perdamaian di wilayah Gaza.

Tinggalkan Balasan