Peran dan Tanggung Jawab KH Miftachul Akhyar dalam Menjaga Marwah Dakwah
Kisruh dakwah yang melibatkan Gus Elham Yahya menjadi perhatian publik setelah videonya viral di berbagai platform daring. Peristiwa ini memicu respons tegas dari KH Miftachul Akhyar, Rais Aam PBNU, yang menilai tindakan tersebut sangat tidak pantas. Pernyataan keras itu membuat nama KH Miftachul Akhyar kembali diperbincangkan sebagai sosok ulama berpengaruh di tubuh NU.
KH Miftachul Akhyar mengecam tindakan Gus Elham yang mencium anak perempuan saat berdakwah di atas panggung. Ia menyebut perilaku tersebut merusak citra dakwah dan harus diberi sanksi yang memberikan efek jera. PBNU juga mendorong aparat hukum mengambil langkah tegas karena sanksi organisasi hanya bersifat administratif. Sebagai langkah pencegahan, PBNU membentuk satuan tugas khusus guna mengawasi perilaku da’i saat berdakwah.
Perjalanan Karier KH Miftachul Akhyar di Organisasi NU
KH Miftachul Akhyar merupakan Rais Aam PBNU yang menjabat pada periode terkini sesuai rujukan sumber publik. Sebelumnya, beliau pernah menjadi Rais Syuriyah PCNU Surabaya dan kemudian memimpin PWNU Jawa Timur. Perjalanan kariernya terus meningkat hingga dipercaya sebagai Wakil Rais Aam dan kemudian Penjabat Rais Aam PBNU. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum MUI sebelum kembali fokus pada amanah tertinggi Syuriyah PBNU.
Latar Keluarga, Pendidikan Pesantren, dan Pengabdian Dakwah
KH Miftachul Akhyar lahir dari keluarga pesantren besar yang berakar kuat pada tradisi Nahdlatul Ulama. Ayahnya, KH Abdul Ghoni, dikenal sebagai figur berilmu yang membentuk fondasi keagamaan sejak masa kecil beliau. Ia menghabiskan masa muda dengan nyantri di berbagai pesantren dan mengikuti majelis ilmu di Jawa Timur. Kiprahnya kini berfokus pada pesantren Miftachus Sunnah serta pembinaan akhlak umat melalui kegiatan dakwah.
Biodata KH Miftachul Akhyar
- Nama: KH Miftachul Akhyar
- Tempat Lahir: Surabaya, Jawa Timur
- Tanggal Lahir: 30 Juni 1953
- Profesi: Ulama, Pengasuh Pesantren Miftachus Sunnah, Rais Aam PBNU
- Pendidikan: Nyantri di berbagai pesantren dan majelis ilmu Jawa Timur
- Riwayat Jabatan: Rais Syuriyah PCNU Surabaya; Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur; Wakil Rais Aam PBNU; PJ Rais Aam PBNU; Rais Aam PBNU
- Keluarga: Anak kesembilan dari tiga belas bersaudara, berasal dari keluarga pesantren
- Fokus Keilmuan: Fikih, tafsir, dan pendalaman ilmu agama khas tradisi NU
Sikap Tegas dan Komitmen Terhadap Etika Dakwah
KH Miftachul Akhyar merupakan ulama besar yang memegang posisi tertinggi Syuriyah PBNU dan dikenal tegas menjaga marwah dakwah. Sikapnya terhadap kasus Gus Elham Yahya menunjukkan komitmennya menjaga etika, akhlak, serta kehormatan organisasi dan umat. Dengan tindakan tegasnya, ia menegaskan bahwa semua pelaku dakwah harus mematuhi norma-norma yang telah ditetapkan agar tidak merusak citra baik organisasi dan nilai-nilai agama.
Dalam konteks yang lebih luas, KH Miftachul Akhyar menjadi contoh teladan bagi para dai dan pengurus NU. Dengan latar belakang pendidikan yang kuat dan pengalaman panjang di berbagai tingkatan organisasi, ia mampu menjaga keseimbangan antara ketegasan dan kebijaksanaan dalam menjalankan tanggung jawabnya sebagai pemimpin spiritual.
Peran KH Miftachul Akhyar dalam menjaga marwah dakwah tidak hanya terlihat dari sikapnya terhadap kasus Gus Elham, tetapi juga dari upaya-upaya preventif yang dilakukan oleh PBNU untuk memastikan bahwa setiap aktivitas dakwah dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan kesadaran akan dampaknya terhadap masyarakat. Dengan demikian, ia menjadi simbol dari semangat NU yang selalu berupaya menjaga keharmonisan dan keberlanjutan dalam menjalankan misi keagamaan.

Tinggalkan Balasan