Penutupan Lubang Galian Emas Ilegal di Tasikmalaya

Setelah puluhan lubang galian emas ilegal di Kecamatan Salopa, Kabupaten Tasikmalaya, ditutup paksa oleh aparat gabungan, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya kini fokus melakukan langkah mitigasi untuk memastikan lahan pertanian dan produk pangan masyarakat tetap aman dari pencemaran merkuri.

Kepala Dinas Pertanian, Ketenagakerjaan, dan Perikanan (Distan KP2) Kabupaten Tasikmalaya Tatang Wahyudin menyatakan, akibat aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) yang seringkali menggunakan merkuri, maka semua pihak harus mencari solusi atas dampak lingkungan. Pihaknya kini berfokus pada pengelolaan sumber air, perbaikan tanah, dan pengawasan produk pertanian.

”Untuk mencegah merkuri masuk ke rantai makanan akibat air sungai yang tercemar, kami akan berfokus pada perbaikan sistem irigasi agar petani tidak menggunakan air dari sungai yang terkontaminasi berat,” ujar Tatang, Jumat 14 November 2025.

Langkah Konkret dalam Mitigasi Pencemaran

Langkah konkret yang disiapkan, kata dia, yaitu mengatur dan memodifikasi sistem irigasi untuk menghindari penggunaan air langsung dari sungai yang terkontaminasi, terutama pada masa kritis pertumbuhan tanaman. Kemudian, memberikan edukasi dan pelatihan kepada petani mengenai risiko pencemaran merkuri, serta cara mengidentifikasi sumber pencemar.

”Petani juga akan didorong menggunakan teknik penyaringan sederhana, seperti penggunaan karbon aktif, untuk mengurangi kadar merkuri pada air buangan,” katanya.

Pengalihan Lahan Bekas Tambang

Selain mitigasi pencemaran, ia juga mendorong adanya perubahan perilaku masyarakat penambang dengan mengalihfungsikan lahan bekas pertambangan jadi lahan produktif yang aman. Seperti mengalihfungsikan lahan bekas pertambangan dengan ditanami kopi, pepaya, atau rempah-rempah. Pemberdayaan ini rencananya akan dilakukan melalui Lembaga Masyarakat Desa Hutan dengan menanam tanaman di bawah tegakan selama tidak mengganggu tanaman inti di lahan Perhutani.

Menurut dia, penindakan hukum harus diikuti dengan solusi ekonomi dan lingkungan yang berkelanjutan. ”Semua stakeholder diharapkan memberikan edukasi kepada para penambang,” ucapnya.

Strategi Pemulihan Lingkungan

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya juga menyiapkan strategi pemulihan lingkungan yang melibatkan berbagai pihak. Salah satu pendekatan utama adalah memperkuat kerja sama antara pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan komunitas lokal. Dengan kolaborasi ini, diharapkan dapat tercipta kebijakan yang lebih efektif dalam mengatasi masalah pencemaran merkuri.

Selain itu, program pelatihan dan edukasi akan terus digelar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya merkuri dan cara-cara pencegahan. Pelatihan ini tidak hanya ditujukan kepada petani, tetapi juga kepada para penambang emas ilegal yang ingin beralih profesi.

Keberlanjutan Ekonomi dan Lingkungan

Tatang menegaskan bahwa keberlanjutan ekonomi dan lingkungan harus menjadi prioritas utama. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya terlindungi dari dampak negatif pertambangan, tetapi juga memiliki alternatif pekerjaan yang lebih stabil dan ramah lingkungan.

Program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama di wilayah yang sebelumnya terkena dampak buruk dari aktivitas pertambangan ilegal. Dengan begitu, diharapkan bisa tercipta keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan perlindungan lingkungan.

Tantangan dan Harapan

Meski ada banyak tantangan, pemerintah dan masyarakat setempat tetap optimis bahwa upaya ini akan berhasil. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang lebih sehat dan ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat.