Peran Wayang dalam Komunikasi Politik dan Budaya
Di tengah perayaan hari ulang tahun ke-61 Partai Golkar, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengungkapkan pentingnya wayang sebagai alat komunikasi antara partai politik, pemerintah, dan masyarakat. Ia menekankan bahwa wayang pernah menjadi bagian dari strategi sosialisasi program pemerintah di masa lalu.
Bahlil menjelaskan bahwa pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, wayang digunakan sebagai salah satu instrumen untuk menyampaikan pesan-pesan penting kepada masyarakat. Salah satunya adalah program KB (keluarga berencana). “Wayang ini dijadikan sebagai sarana komunikasi yang efektif, baik oleh pemerintah maupun partai politik,” ujarnya dalam acara Pagelaran Wayang di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat (14/11/2025).
Ia juga menekankan pentingnya melestarikan budaya dan tradisi leluhur. Dalam rangkaian perayaan HUT Partai Golkar, Bahlil memilih wayang sebagai media untuk menyampaikan pesan-pesan tersebut. “Kita ingin mengembalikan apa yang diwariskan oleh para senior-senior terdahulu agar bisa terus dilanjutkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.
Wayang sebagai Warisan Budaya yang Diakui Dunia
Bahlil menegaskan bahwa wayang bukan hanya seni lokal, tetapi juga warisan leluhur bangsa Indonesia yang telah diakui oleh dunia. Ia menyebutkan bahwa wayang kini telah masuk dalam daftar warisan budaya tak benda UNESCO. “Ini menunjukkan bahwa wayang memiliki nilai-nilai yang sangat tinggi dan penting untuk dipelihara,” ujarnya.
Namun, ia juga mengkhawatirkan perkembangan generasi milenial saat ini. Meskipun masih banyak yang tertarik dengan pagelaran wayang, tidak sedikit dari mereka yang mulai mengabaikan budaya ini. “Kita harus berusaha lebih keras lagi untuk menjaga dan mengajarkan nilai-nilai kearifan leluhur kepada anak-anak muda,” tambahnya.
Menghadapi Fenomena Disinformasi dengan Nilai Leluhur
Dalam kesempatan yang sama, Bahlil menyentuh isu disinformasi, fitnah, dan ujaran kebencian (DFK) yang marak terjadi akhir-akhir ini. Ia berharap melalui pagelaran wayang, masyarakat dapat belajar dari nilai-nilai leluhur yang terkandung dalam cerita-cerita wayang.
“Wayang tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga sarana untuk mengajarkan kearifan dan nilai-nilai moral yang baik,” ujarnya. Ia berharap masyarakat tidak terlalu mudah terpengaruh oleh pola budaya asing yang belum tentu cocok dengan peradaban Indonesia.
Masa Depan Wayang dan Kepedulian Partai Golkar
Bahlil menegaskan bahwa Partai Golkar akan terus mendukung pengembangan wayang sebagai bentuk pelestarian budaya. Ia berkomitmen untuk memastikan bahwa wayang tetap menjadi bagian dari identitas nasional dan tidak hilang ditelan zaman.
- Dalam upaya ini, Partai Golkar tidak hanya berperan sebagai pelaku, tetapi juga sebagai penggerak untuk membangkitkan minat masyarakat terhadap seni tradisional ini.
- Acara pagelaran wayang yang digelar dalam rangka HUT Partai Golkar diharapkan menjadi awal dari langkah-langkah nyata untuk melestarikan budaya bangsa.
- Selain itu, Bahlil juga menekankan pentingnya kolaborasi antara partai, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan seni wayang.

Tinggalkan Balasan