Penggagalan Penyelundupan Handphone di Rutan Kelas I Bandung

Petugas Rutan Kelas I Bandung berhasil menggagalkan upaya penyelundupan handphone oleh para pekerja renovasi bangunan gedung. Barang terlarang tersebut ditemukan saat pemeriksaan di Pintu Utama (P2U) sekitar pukul 08.15 WIB oleh petugas P2U Agam Amrullah, pada Kamis 13 November 2025.

Kepala Rutan (Karutan) Kelas I Bandung, Mashuri Alwi, menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperketat pengawasan di seluruh area rutan. Menurutnya, tidak ada celah bagi siapa pun untuk melanggar aturan yang berlaku di dalam rutan.

“Kami tak beri celah bagi siapa pun untuk melanggar aturan di dalam Rutan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kejadian ini langsung dilaporkan ke Kanwil Ditjenpas Jabar dan menjadi momentum penting untuk penguatan sistem keamanan pemasyarakatan.

“Dengan pengungkapan ini, menjadikan kami Rutan Bandung terus menguatkan sistem pengamanan, agar barang terlarang seperti handphone bahkan narkoba bisa kami cegah masuk ke dalam Rutan Bandung,” tegasnya.

Sebagai Karutan, Alwi menyampaikan terima kasih atas dedikasi petugas yang berhasil melakukan penggagalan. Ia menilai bahwa penggagalan ini berkat kerja maksimal dan teliti dari petugas di P2U yang berhasil menggagalkan upaya penyelundupan handphone.

“Inilah hasil dari kerja keras dan ketelitian petugas di P2U yang berhasil menggagalkan upaya penyelundupan handphone,” pungkasnya.

Komitmen Petugas Pengamanan Rutan

Terpisah, Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Rutan Bandung, I Gusti Bagus Widya Putra, menjelaskan bahwa kejadian ini memperkuat komitmen petugas pengamanan Rutan untuk lebih maksimal dalam menjalankan tugasnya.

“Kami maksimalkan pengamanan terhadap upaya penyelundupan barang terlarang, oleh siapapun. Sehingga Rutan Bandung bebas dari handphone dan narkoba,” jelasnya.

Menurut dugaan KPR, pelaku penyelundupan yang merupakan tukang renovasi, melakukan komunikasi dengan warga binaan. Dugaan ini muncul karena pelaku merasa memiliki akses masuk ke dalam rutan.

“Dugaan kami ada komunikasi dengan warga binaan, karena merasa punya akses masuk. Tukang renovasi tersebut memanfaatkan momen,” jelasnya.

Langkah-Langkah yang Dilakukan Rutan Bandung

Rutan Kelas I Bandung telah mengambil beberapa langkah strategis untuk memastikan keamanan dan keteraturan di dalam lingkungan rutan. Berikut adalah beberapa langkah yang telah dilakukan:

  • Peningkatan pengawasan: Petugas rutin melakukan pemeriksaan di setiap pintu masuk dan keluar. Hal ini bertujuan untuk mencegah masuknya barang terlarang seperti handphone dan narkoba.
  • Koordinasi dengan instansi terkait: Rutan Bandung berkoordinasi dengan pihak berwajib dan lembaga pemasyarakatan lainnya untuk meningkatkan keamanan secara bersama-sama.
  • Pelatihan petugas: Petugas pengamanan rutin mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapan dalam menghadapi ancaman penyelundupan.
  • Peningkatan teknologi keamanan: Rutan Bandung terus memperbarui alat-alat keamanan seperti CCTV dan sistem deteksi logistik untuk memantau aktivitas di dalam rutan.

Dengan langkah-langkah tersebut, Rutan Kelas I Bandung berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang aman dan terkontrol serta menjaga kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.