Edukasi dan Aksi Kendaraan Listrik untuk Masa Depan Bersih
Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo bekerja sama dengan PT PLN (Persero) menggelar roadshow bertajuk “Edukasi dan Aksi Kendaraan Listrik untuk Masa Depan Bersih”. Program ini ditujukan untuk pelajar SMA/SMK di Soloraya agar lebih memahami pentingnya transisi ke energi hijau. Kegiatan pertama dilaksanakan di SMAN 1 Karanganom, Klaten, dan diikuti oleh sekitar 150 siswa dari berbagai jenjang.
Melalui program ini, kampus dan industri bersinergi untuk menumbuhkan kesadaran dini akan energi ramah lingkungan. Dosen dan praktisi hadir memberikan inspirasi nyata agar generasi muda berani berinovasi di bidang teknologi kendaraan listrik. Para siswa tidak hanya mendengarkan ceramah, tetapi juga berdialog langsung dengan para pakar.
Hadir dalam acara tersebut adalah dosen Fakultas Teknik UNS, Era Febriana Aqidawati, dan Heru Sugiantoro, manajer R&D PT Triangle Motorindo (VIAR Motor). Mereka berbagi pengetahuan seputar perkembangan kendaraan listrik dan peluang inovasinya di Indonesia. Dengan bahasa sederhana, siswa diajak memahami konsep baterai, efisiensi energi, hingga perawatan kendaraan listrik. Suasana belajar pun terasa hidup dengan menggabungkan dunia akademik dan industri dalam satu ruang inspiratif.
Hemat Energi, Hemat Biaya: Keunggulan Kendaraan Listrik
Menurut Manajer PLN ULP Klaten Kota, Imam Sahal Fanany, penggunaan kendaraan listrik bisa menghemat biaya hingga 70 persen dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak. Ia menjelaskan bahwa motor listrik hanya butuh isi daya setiap tiga hingga empat hari sekali, jauh lebih efisien dari motor konvensional. Selain itu, kendaraan listrik tidak menghasilkan emisi, sehingga udara menjadi lebih bersih.
Imam menegaskan bahwa PLN terus membangun ekosistem energi hijau agar masyarakat semakin mudah beralih ke kendaraan listrik. “Kami ingin generasi muda ikut membentuk budaya baru: berkendara tanpa polusi,” ujarnya.
Siswa Diajak Pahami Langsung di Laboratorium UNS
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Teknik UNS, Feri Adriyanto, menjelaskan bahwa siswa juga diberi kesempatan untuk berkunjung langsung ke laboratorium kendaraan listrik di kampus UNS. Di sana, mereka dapat melihat proses konversi kendaraan listrik hingga pembuatan baterai lithium. Dengan pendekatan praktis ini, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mengalami langsung bagaimana teknologi bersih bekerja.
Feri berharap, pengalaman ini bisa memicu minat siswa untuk mengembangkan inovasi energi terbarukan di masa depan.
Sekolah Apresiasi Kolaborasi: Belajar Tak Lagi di Kelas Saja
Kepala SMAN 1 Karanganom, Masjhur Tjahjanto, menyambut antusias kegiatan edukatif ini. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan sekolah membawa suasana belajar yang lebih menyenangkan. Ia berencana membuka jalur kunjungan siswa ke UNS agar mereka bisa melihat langsung pembuatan kendaraan listrik.
“Siswa akan lebih semangat belajar ketika mereka tahu ilmu yang mereka pelajari punya dampak nyata bagi masa depan,” ujarnya. Program seperti ini diharapkan menjadi agenda rutin agar pendidikan di Klaten semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi hijau.

Tinggalkan Balasan