PASURUAN, Rajawalinews.id
– Pengendara motor yang melintasi pelintasan kereta api di jalur Pantura, Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, mengeluhkan kondisi rel yang licin. Hal ini membuat pengendara harus lebih berhati-hati saat melintas, terutama dalam kondisi hujan.
Ariani, salah satu warga Kelurahan Bangil, mengaku hampir jatuh saat melintas di pelintasan rel yang posisinya 45 derajat sejajar dengan jalan raya Surabaya-Pasuruan. Dia menyatakan bahwa rel terasa sangat licin, terutama ketika hujan gerimis. “Kalau tidak hati-hati, dipastikan jatuh saat melintas di rel itu. Itu sangat rawan jatuh, Pak, licin,” terangnya pada Selasa (11/11/2025).
Ariani yang setiap hari melintas di pelintasan tersebut mengungkapkan bahwa lokasinya berada di kompleks perkantoran Pemerintah Daerah Kabupaten Pasuruan. Dia mengaku harus memperhatikan laju kendaraan lain dan mengurangi kecepatan saat hujan deras atau gerimis. “Kemarin ada pengendara yang jatuh di pelintasan itu karena tidak mengurangi kecepatannya,” jelasnya.
Hal serupa juga diungkapkan Jaka Samudra, seorang pegawai swasta yang sudah hafal betul dengan kondisi rel tersebut. Dia menyatakan bahwa terkadang dia harus turun dari motornya jika dalam kondisi hujan saat melintas di pelintasan Kelurahan Latek. “Ya, kalau pas gerimis atau hujan deras lebih baik turun daripada jatuh,” terangnya.
Jaka menambahkan bahwa posisi ketinggian rel lebih tinggi dibandingkan aspal jalan. “Sehingga saat hujan atau gerimis, ban motor terasa licin. Idealnya harus rata, agar tidak membuat roda motor bergeser dan bisa jatuh,” tegasnya.
Terpisah, Cahyo Widiantoro, Humas Daops 9 Jember PT Kereta Api Indonesia (Persero), menyatakan bahwa pihaknya akan mengecek kondisi rel di pelintasan tersebut. Ia menjelaskan bahwa kewenangan perawatan jalan merujuk pada aturan dalam Permenhub Nomor Tahun 2018, yang membagi tanggung jawab dalam perawatan aspal jalan di perlintasan sebidang.
“Kalau jalan yang rusak, tanggung jawabnya penyelenggara jalan sesuai dengan status atau kelas jalannya. Sedangkan KAI tugasnya merawat konstruksi jalan relnya dan memperbaiki aspal jika terdapat perawatan jalur kereta api di perlintasan tersebut,” terangnya.
Masalah Utama yang Dihadapi Pengendara
Beberapa masalah utama yang dialami oleh pengendara motor di pelintasan tersebut antara lain:
- Kondisi rel yang licin – Terutama saat hujan, hal ini meningkatkan risiko kecelakaan.
- Perbedaan ketinggian antara rel dan jalan raya – Sehingga saat hujan, ban motor mudah licin dan sulit dikendalikan.
- Tidak adanya penanganan yang cukup – Banyak pengendara mengeluh bahwa tidak ada tindakan nyata untuk memperbaiki kondisi pelintasan tersebut.
Solusi yang Disarankan
Untuk mengatasi masalah ini, beberapa solusi yang disarankan adalah:
- Pemeliharaan rutin oleh pihak terkait – Termasuk perbaikan aspal dan penyesuaian ketinggian rel agar sejajar dengan jalan raya.
- Peningkatan kesadaran pengendara – Melalui sosialisasi tentang bahaya melintasi pelintasan dalam kondisi hujan.
- Pembuatan tanda peringatan – Agar pengendara lebih waspada saat melintasi area tersebut.
Penanganan Oleh Pihak Terkait
PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah menyatakan bahwa mereka akan melakukan pemeriksaan terhadap kondisi rel di pelintasan tersebut. Meskipun tanggung jawab perawatan jalan tergantung pada status atau kelas jalannya, KAI tetap bertanggung jawab atas konstruksi rel dan perawatan jalur kereta api di area tersebut.
Dengan demikian, diperlukan kolaborasi antara pihak-pihak terkait agar pelintasan tersebut dapat menjadi lebih aman bagi pengendara motor dan pengguna jalan umum lainnya.

Tinggalkan Balasan