Kunjungan Wakil Ketua DPR RI ke Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, melakukan kunjungan ke korban ledakan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta Utara. Para korban yang mengalami cedera parah sedang menjalani perawatan di RS Islam Cempaka Putih. Menurut Dasco, sebanyak empat korban harus menjalani operasi medis, sementara sekitar 20 orang lainnya masih dalam proses perawatan.
“Dari total lebih dari 60 korban yang masuk, ada sekitar delapan orang yang diperkirakan segera bisa pulang. Empat orang lainnya sedang menjalani operasi,” ujar Dasco saat berada di rumah sakit tersebut, Jumat (7/11).
Ketua Harian DPP Partai Gerindra ini menjelaskan bahwa korban yang dioperasi mengalami luka cukup serius. Beberapa di antaranya mengalami cedera pada rahang, kepala, dan wajah. Ia menekankan pentingnya penanganan medis yang tepat untuk memastikan kesembuhan para korban.
Proses Penyelidikan oleh Aparat Kepolisian
Menurut Dasco, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab ledakan tersebut. Ia berharap agar para korban yang sedang menjalani operasi dapat segera pulih dan kembali menjalani aktivitas seperti biasanya.
“Saat ini, pihak kepolisian sedang dalam proses penyelidikan. Kami berdoa semoga semua korban yang dioperasi dapat selamat dan sehat kembali,” harap Dasco.
Sebelumnya, Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombespol Budi Hermanto, membenarkan adanya ledakan di SMAN 72 Jakarta. Dia menyatakan bahwa ledakan tersebut terjadi di sekolah tersebut dan hingga saat ini masih dalam penyelidikan.
”Iya benar ada ledakan. Ada informasi bahwa dua korban dibawa ke rumah sakit. Ini masih didalami sumber ledakan,” kata Budi saat dikonfirmasi.
Pihak kepolisian, lanjut dia, sedang mencari tahu asal usul ledakan tersebut. Informasi terkini akan disampaikan dalam kesempatan berikutnya.
”Masih didalami, lagi disisir sama Gegana. Ada SOP khusus, kami belum tahu asal muasal ledakan dari apa,” tambah Budi.
Tindakan Lanjutan dan Keamanan Sekolah
Selain itu, pihak kepolisian juga melakukan pemeriksaan menyeluruh di lokasi kejadian. Mereka menggunakan alat deteksi khusus untuk memastikan tidak ada bahan berbahaya yang tersisa di sekitar area sekolah.
Budi menegaskan bahwa proses penyelidikan dilakukan secara hati-hati dan sesuai dengan standar operasional yang berlaku. Hal ini bertujuan untuk memastikan keamanan bagi siswa dan staf sekolah serta mencegah kemungkinan terjadinya kejadian serupa di masa depan.
- Tim Gegana Polda Metro Jaya terus melakukan pemeriksaan di lokasi ledakan.
- Seluruh area sekolah diisolasi sementara waktu untuk memastikan keamanan.
- Polisi tetap meminta masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum pasti kebenarannya.

Tinggalkan Balasan