Program Magang Nasional Batch 2 Dibuka untuk 80.000 Peserta
Pemerintah kembali membuka Program Magang Nasional Lulusan Perguruan Tinggi Batch 2 pada awal November 2025. Setelah sukses dengan batch pertama yang diikuti oleh 20.000 peserta, kuota kali ini diperluas menjadi 80.000 peserta. Hal ini bertujuan untuk memberi peluang lebih besar bagi lulusan baru dalam mendapatkan pengalaman kerja.
Program ini merupakan bagian dari program prioritas nasional yang digagas bersama oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Tujuannya adalah untuk menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap generasi muda dalam menghadapi transisi dari dunia pendidikan ke dunia kerja.
“Pemerintah berharap peserta magang tidak hanya mendapatkan keterampilan dan pengalaman kerja, namun juga disiplin dan adaptasi terhadap budaya kerja profesional,” ujar Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto di Jakarta, Sabtu (1/11/2025).
Pembukaan Program Magang Nasional Batch 2
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menjelaskan bahwa Program Magang Nasional Batch 2 mulai dibuka pada Kamis (6/11/2025). Program ini ditujukan bagi lulusan baru atau fresh graduate maksimal satu tahun setelah kelulusan.
Antusiasme dari para lulusan sangat besar. Pemerintah berharap kuota batch II dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan di seluruh daerah.
Berbeda dengan batch pertama, penyelenggara magang kali ini tidak hanya berasal dari perusahaan swasta, tetapi juga kementerian, lembaga pemerintah, dan unit kerja vertikal di berbagai daerah. Hal tersebut membuka kesempatan lebih luas bagi peserta memilih lokasi dan bidang magang sesuai minat dan keahlian.
Fasilitas dan Perlindungan untuk Peserta Magang
Peserta yang lolos seleksi akan mengikuti program selama enam bulan, mulai 24 November 2025 hingga 23 Mei 2026. Selama periode tersebut, peserta akan mendapatkan sejumlah fasilitas, antara lain:
- Uang saku setara dengan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) setempat tanpa potongan.
- Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
- Sertifikat resmi setelah menyelesaikan program.
Selain memberikan manfaat bagi peserta, program ini juga menjadi sarana bagi perusahaan dan instansi pemerintah untuk membina calon tenaga kerja agar lebih siap menghadapi dunia industri dan tersaring sesuai kebutuhan sektor kerja.
“Sebagai bagian dari program Paket Ekonomi yang diluncurkan Pemerintah, program ini diharapkan memberi dampak signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi nasional,” tambah Haryo.
Jadwal dan Cara Daftar Program Magang Batch 2
Berdasarkan informasi dari situs resmi Maganghub Kemnaker, pendaftaran dan seleksi Program Magang Nasional Batch 2 dilaksanakan dengan jadwal sebagai berikut:
- 24 Oktober–5 November 2025: Pendaftaran perusahaan dan usulan program magang
- 6–12 November 2025: Pendaftaran peserta magang
- 12–20 November 2025: Seleksi dan pengumuman peserta
- 24 November 2025: Pembukaan resmi program magang batch 2
Kepala Biro Humas Kemenaker, Sunardi Manampiar Sinaga, mengatakan pendaftaran perusahaan masih dibuka hingga 11 November 2025. “Cara dan syarat pendaftaran pemagangan kurang lebih masih sama antara batch 1 dengan batch 2,” ujarnya.
Syarat dan Tata Cara Daftar Magang Nasional Batch 2
Berikut beberapa persyaratan yang perlu dipenuhi calon peserta:
- Warga negara Indonesia yang memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK)
- Lulusan program pendidikan diploma atau sarjana maksimal satu tahun sejak tanggal ijazah
- Berasal dari perguruan tinggi yang terdaftar di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Adapun pendaftaran dilakukan secara daring melalui https://maganghub.kemnaker.go.id dengan langkah berikut:
- Kunjungi situs https://maganghub.kemnaker.go.id
- Pilih menu “Masuk” atau “Daftar” untuk membuat akun SIAPKerja
- Lengkapi data pribadi dan unggah dokumen pendukung (ijazah, transkrip nilai, dan CV)
- Pilih perusahaan atau instansi tempat magang yang diminati
- Kirim pendaftaran dan pantau hasil seleksi melalui dashboard akun
Menaker Yassierli menegaskan, Kemenaker telah menyiapkan sistem monitoring and evaluation (monev) serta kanal pengaduan untuk memastikan pelaksanaan program sesuai aturan. “Kita tidak ingin magang dijadikan sarana eksploitasi. Karena itu, setiap peserta wajib mengisi aktivitas harian di platform yang disiapkan, dan perusahaan wajib menyediakan mentor untuk membimbing mereka,” tegasnya.
Dengan pengawasan yang ketat serta dukungan dari berbagai pihak, Program Magang Nasional Batch 2 diharapkan menjadi langkah konkret pemerintah dalam menyiapkan generasi muda yang kompeten, produktif, dan siap bersaing di dunia kerja.

Tinggalkan Balasan