Persoalan Hukum yang Menghadang Kebun Binatang Bandung

Masalah hukum yang menghantui Kebun Binatang Bandung atau dikenal juga sebagai Derenten belum menemui titik akhir. Persoalan ini terus berlangsung di meja persidangan, meski dua pengurus Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT), yaitu Bisma Bratakoesoemah dan Sri, telah dijatuhi hukuman 7 tahun penjara.

Bisma dan Sri sebagai pengurus YMT terlibat dalam kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan yayasan. Selain itu, Kebun Binatang Bandung juga sedang menggugat Jon Simampau di Pengadilan Negeri Bandung.

Sidang Mediasi Diundur

Kebun Binatang Bandung atau Derenten menggugat Pemerintah Kota Bandung ke Pengadilan Negeri Bandung dengan nomor perkara 439/Pdt.G/2025/PN Bdg. Rencananya, sidang mediasi akan digelar pada hari Selasa, 4 November 2025, namun tidak dapat dilaksanakan.

Tim lawyer Derenten, Dadan, menyatakan bahwa sidang mediasi seharusnya digelar hari ini, tetapi ditunda selama dua minggu ke depan. Alasannya adalah karena hakim mediasi sedang melakukan kegiatan di luar kota.

“Sehingga kami ditunda selama dua minggu. Sedangkan mediasi kembali akan digelar pada 13 November mendatang,” kata Dadan atau yang akrab disapa Kang Dadan usai mengetahui mediasi ditunda kepada awak media.

Gugatan Melawan Hukum

Disebutkan, gugatan ini merupakan gugatan perbuatan melawan hukum dan yang digugat adalah Pemerintah Kota Bandung. Selain itu, BPN Kota Bandung sebagai turut tergugat 1 dan Kementrian Kehutanan sebagai turut tergugat 2.

Pihaknya berharap ketika telah melakukan upaya hukum artinya ada hal yang dirugikan. Dalam bahasa Sunda-nya, kata Kang Dadan, “Batu turun keusik naek, itu purun ieu daek” (saling memberi dan menerima untuk mencapai kesepakatan).

“Jadi yang turun itu dari pihak YMT terus sementara dari pihak lawan tidak turun turun,” tandasnya.

Gratis Kunjungan ke Kebun Binatang Bandung

Sementara itu, Humas Bandung Zoo, Sulhan Safe’i, menyampaikan bahwa masyarakat atau institusi yang ingin berkunjung ke Derenten bisa melakukannya secara gratis, dengan syarat melakukan konfirmasi lebih dulu melalui media sosial resmi Bandung Zoo.

“Nantinya tim marketing akan mengatur jadwal kunjungan gratis. Ini juga untuk membantu satwa yang sudah lama tidak berinteraksi dengan pengunjung,” ujarnya.

Menurutnya, aktivitas kunjungan ini juga berfungsi guna merelaksasi hewan-hewan di kebun binatang setelah sekian lama ditutup karena persoalan internal pengelolaan.