Penemuan Jasad Lansia di Parit, Diduga Karena Minuman Oplosan
Seorang lansia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di parit dekat Jalan Wijaya Kusuma, Kecamatan Banjarbaru Utara, Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel). Kejadian ini terjadi pada Selasa (4/11/2025) dan menimpa Sutiyo (65), warga asal Kediri, Jawa Timur.
Kejadian yang Menghebohkan Warga Sekitar
Saat kejadian berlangsung, korban tampak berjalan sempoyongan. Hal ini diketahui oleh warga sekitar yang melihatnya. Tidak lama setelah itu, seseorang yang sedang melintas melihat korban tergeletak di atas parit. Saat diperiksa, korban sudah tidak bernyawa lagi.
Warga yang menemukan jasad tersebut kemudian segera melaporkan kejadian tersebut ke Polres Banjarbaru untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Dengan cepat, polisi tiba di lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Barang Bukti yang Ditemukan
Selama proses penyelidikan, polisi menemukan beberapa barang bukti yang diduga terkait dengan kematian korban. Salah satunya adalah sebotol alkohol 95 persen yang ditemukan di bawah parit, tepat di bagian kaki kiri korban. Alkohol tersebut masih memiliki aroma yang menyengat, menunjukkan bahwa korban mungkin baru saja mengonsumsinya sebelum meninggal.
“Di bawah parit bagian sebelah kaki kiri korban ditemukan 1 botol alkohol 95 persen dengan bau yang masih menyengat bekas pakai,” ujar Kardi saat memberikan keterangan.
Proses Visum dan Kesimpulan Awal
Setelah olah TKP selesai, jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Daerah Idaman (RSDI) Banjarbaru untuk dilakukan visum. Hasil visum menunjukkan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Namun, dari analisis awal, polisi menyimpulkan bahwa korban meninggal karena keracunan minuman oplosan.
“Dengan ini dilakukan analisis dan kesimpulan bahwa korban diduga meninggal dunia karena keracunan minuman gaduk oplosan yang diduga sengaja diracik oleh korban untuk dikonsumsi,” jelas Kardi.
Masyarakat Diimbau Waspada
Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat tentang bahaya minuman oplosan yang bisa sangat berbahaya bagi kesehatan. Terlebih bagi lansia yang rentan terhadap berbagai risiko kesehatan.
Polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah ada pihak lain yang terlibat dalam kasus ini. Sampai saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai motif atau alasan korban mengonsumsi minuman tersebut.
Kesimpulan
Kematian Sutiyo menjadi peristiwa yang mengejutkan dan menyedihkan. Meskipun penyebab kematian telah diidentifikasi, masyarakat tetap diminta untuk tetap waspada terhadap penggunaan minuman keras yang tidak aman. Selain itu, pentingnya edukasi tentang kesehatan dan kesadaran akan risiko konsumsi alkohol oplosan juga harus terus ditingkatkan.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa kecelakaan seperti ini bisa terjadi kapan saja, terutama jika tidak ada pengawasan yang cukup. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan dapat lebih waspada dan menjaga lingkungan sekitar agar kejadian serupa tidak terulang.

Tinggalkan Balasan