Program Baru BKKBN untuk Meningkatkan Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN) saat ini sedang menyiapkan sebuah program yang diberi nama “Ayah Mengambil Rapor Anak”. Program ini akan diluncurkan pada akhir Desember 2025. Tujuan utamanya adalah untuk kembali memperkuat peran ayah dalam pengasuhan anak.

Dadi Ahmad Roswandi, Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat, menjelaskan bahwa program ini merupakan kelanjutan dari imbauan sebelumnya, yaitu “Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah” yang diluncurkan pada Juli 2025 lalu.

Menurut Dadi, data dari UNICEF menunjukkan bahwa 20 persen anak di Indonesia tumbuh tanpa sosok ayah. Hal ini bisa berdampak negatif ketika anak tersebut memasuki masa remaja, karena mereka mungkin mencari figur ayah di dunia maya.

Program “Ayah Mengambil Rapor Anak” menjadi salah satu dari lima program unggulan BKKBN. Selain itu, ada juga program TAMASYA (Taman Asuh Saya Anak), yang merupakan layanan penitipan anak (daycare) yang disediakan oleh negara. Program ini bertujuan untuk membantu pasangan muda yang bekerja sambil memastikan anak mendapatkan pola asuh yang baik.

Lima Program Unggulan BKKBN

Berikut adalah lima program unggulan yang dirancang oleh BKKBN:

  1. Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA)

    Program ini dirancang sebagai layanan penitipan anak yang didukung oleh pemerintah. Tujuannya adalah untuk membantu orang tua yang bekerja sambil memastikan anak mendapatkan pengasuhan yang baik melalui pengasuh yang terlatih dan pendekatan parenting yang terarah.

  2. Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting

    Program ini mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk media dan akademisi, untuk berkolaborasi menjadi “orang tua asuh” bagi anak-anak berisiko stunting. Kolaborasi ini bisa berupa donasi, edukasi, atau promosi.

  3. Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI)

    Program ini bertujuan untuk meningkatkan peran ayah dalam pengasuhan anak. Tujuannya juga adalah untuk mengatasi fenomena fatherless yang angkanya mencapai 20% di Indonesia. Contoh nyata dari program ini adalah himbauan “Ayah Mengantar Anak ke Sekolah” dan program baru “Ayah Mengambil Rapor Anak”.

  4. Lansia Berdaya

    Dengan jumlah lansia yang terus meningkat (mencapai 12-15 persen populasi), program ini fokus pada pemberdayaan para lansia agar tetap produktif dan sehat. Salah satu bentuk implementasinya adalah penyelenggaraan “Sekolah Lansia”.

  5. Super Apps Keluarga

    Aplikasi ini berbasis kecerdasan buatan (AI) dan akan berfungsi sebagai pusat informasi serta layanan konsultasi keluarga. Dengan adanya aplikasi ini, keluarga dapat lebih mudah mengakses berbagai informasi dan layanan yang dibutuhkan.

Program-program ini dirancang untuk memberikan dukungan holistik kepada keluarga, baik dalam hal pengasuhan anak, pencegahan stunting, pemberdayaan lansia, maupun penggunaan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga. Dengan inisiatif-inisiatif seperti ini, BKKBN berkomitmen untuk membangun masyarakat yang lebih sehat dan harmonis.