Bencana Hidrometrologi Mengguncang Wilayah Lumajang

Bencana hidrometrologi melanda wilayah Lumajang, yang terjadi bersamaan dengan hujan deras yang mengguyur pada akhir pekan lalu. Peristiwa ini menyebabkan berbagai bencana di beberapa titik, termasuk banjir, longsor, dan pohon tumbang. Sejumlah daerah terdampak secara signifikan, sehingga memerlukan penanganan darurat.

Berdasarkan hasil asesmen awal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hujan deras yang terjadi sejak sore hari menyebabkan berbagai kejadian bencana di beberapa wilayah. Di antaranya, longsor terjadi di jalan penghubung Desa Padang–Desa Mojo dan Desa Mojo–Kalisemut yang masuk kecamatan Padang. Selain itu, genangan air terjadi di RW 09 Desa Dawuhan Lor, RW 08 Desa Kutorenon, dan Perumahan Sakinah Desa Sumberejo, Kecamatan Sukodono.

Di wilayah Kecamatan Kedungjajang, longsor juga terjadi di Dusun Gondang, Desa Krasak (penghubung Dadapan–Gucialit). Genangan air juga terjadi di Kelurahan Tompokersan dan Rogotrunan, Kecamatan Lumajang. Di Kecamatan Candipuro, genangan air terjadi di Jalan Nasional Desa Sumberwuluh. Sedangkan di Kecamatan Pronojiwo, longsor terjadi di KM 54 dan 56 Piket Nol. Di Desa Tamanayu dan Desa Sumberurip, longsor menimpa dua rumah.

Di Kecamatan Tempursari, luapan sungai Sukosari mengalami kenaikan debit yang cukup signifikan. Di Kecamatan Pasirian, pohon tumbang di Desa Bago menimpa rumah warga dan menyebabkan satu korban luka, yaitu Supandi (54), yang saat ini sedang mendapat perawatan di RSUD Pasirian.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang telah melakukan penanganan secara terpadu, mulai dari pembersihan material longsor, penyedotan air di kawasan genangan, hingga distribusi bantuan logistik ke wilayah yang terdampak paling parah. Selain itu, BPBD juga menyiagakan alat berat, kendaraan operasional, serta berkoordinasi dengan perangkat daerah dan aparat kecamatan guna memastikan akses jalan tetap terbuka bagi warga.

“Kami terus melakukan monitoring dan penanganan di lapangan, berkoordinasi dengan camat serta relawan desa tangguh bencana. Fokus utama saat ini adalah menjaga keselamatan warga dan mempercepat pemulihan akses,” ungkap BPBD dalam laporan resminya.

BPBD Lumajang terus memperbarui data dan melakukan asesmen terhadap potensi bencana susulan, mengingat intensitas hujan masih tinggi di beberapa titik hingga malam hari. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi longsor dan luapan sungai.

“Semua unsur sudah siaga, termasuk dapur umum dan posko darurat di titik-titik strategis. Kami pastikan setiap laporan warga akan segera ditindaklanjuti,” tambah laporan tersebut.

Langkah cepat yang dilakukan oleh BPBD menunjukkan kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam melindungi keselamatan warga dan menjaga ketangguhan Lumajang menghadapi cuaca ekstrem.