Pentingnya Peran Sekolah dalam Membentuk Karakter Bangsa
Dalam suasana penuh semangat kebangsaan, Direktur Pencegahan BNPT Irfan Idris menyampaikan pesan penting di hadapan ratusan pelajar dan guru pada acara Dialog Kebangsaan di Pendopo Sipanji, Banyumas, Kamis (30/10). Ia menegaskan bahwa sekolah berperan bukan hanya dalam mencetak siswa berprestasi, tetapi juga membentuk pribadi yang berkarakter kuat dan cinta damai.
“Sekolah adalah tempat menumbuhkan kesadaran kebhinekaan dan mengamalkan Pancasila,” ujar Irfan. Pesan ini disampaikannya sebagai bentuk perhatian terhadap pentingnya pendidikan karakter dalam membangun masyarakat yang harmonis dan toleran.
Ia mengajak para pelajar untuk mengambil peran aktif sebagai agen perubahan di era digital yang penuh tantangan. Dalam era informasi yang begitu cepat dan luas, ia menekankan bahwa siswa harus mampu memfilter informasi dengan kritis dan bijak.
Tiga Peran Penting yang Bisa Dilakukan Siswa
Irfan menjabarkan tiga peran penting yang bisa dilakukan siswa:
-
Menjadi generasi yang kritis dan bijak dalam mengakses informasi
“Kita hidup di zaman banjir data, jadi kemampuan memfilter informasi itu wajib,” katanya. Dengan adanya banyak sumber informasi, siswa perlu memiliki kemampuan untuk memilih informasi yang benar dan bermanfaat. -
Menjadi duta perdamaian dan pembuat konten positif
Irfan mengingatkan bahwa narasi kebencian di media sosial harus dilawan dengan kreativitas dan pesan-pesan toleransi.
“Gunakan media sosial untuk menebar energi positif dan semangat kebersamaan lintas budaya,” tambahnya. -
Menjaga toleransi dalam kehidupan nyata
Ia mencontohkan hal kecil seperti menghormati perbedaan teman dan menghentikan perundungan sudah menjadi bentuk nyata moderasi. Dengan cara-cara sederhana, siswa dapat memberikan contoh nyata tentang pentingnya toleransi.
Irfan juga mengingatkan bahwa arus informasi digital sering kali membawa tantangan baru bagi persatuan bangsa. “Sekolah harus menjadi zona nol dari intoleransi, radikalisme, dan kekerasan,” tegasnya.
Peran Guru dalam Memperkuat Karakter Kebangsaan
Selain bagi siswa, BNPT juga menilai guru memegang peranan penting. Guru yang memiliki wawasan kebangsaan kuat dapat menjadi benteng pertama melawan infiltrasi paham ekstrem. Dengan pendidikan yang tepat, guru bisa membantu siswa memahami nilai-nilai Pancasila dan kebhinekaan.
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo yang hadir dalam kegiatan tersebut menambahkan bahwa Dialog Kebangsaan ini lahir dari keprihatinan terhadap maraknya kerusuhan yang melibatkan pelajar. “Banyak pelaku kerusuhan di daerah ternyata anak sekolah. Karena itu, penguatan karakter kebangsaan menjadi hal mendesak,” ungkapnya.
Ia menilai generasi muda Indonesia memiliki potensi besar sebagai agen perubahan, tetapi mereka perlu dibekali kebijaksanaan dalam menggunakan teknologi. “Anak muda kita sangat cepat beradaptasi, tapi kemampuan ini harus diarahkan agar membawa kebaikan, bukan kehancuran,” tutupnya.
Kesimpulan
Dialog Kebangsaan ini menunjukkan pentingnya peran pendidikan dalam membentuk pribadi yang tangguh dan berintegritas. Dengan penekanan pada karakter kebangsaan, siswa dan guru dapat menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih harmonis dan toleran. Dalam era digital yang penuh tantangan, pendidikan karakter menjadi fondasi utama untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Tinggalkan Balasan