Pengalaman Berorganisasi yang Membentuk Karier Najmudin
Najmudin, seorang Camat Tambun Utara yang kini juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi, memiliki latar belakang yang sangat kaya akan pengalaman berorganisasi. Baginya, hobi bukan hanya sekadar aktivitas sambilan, melainkan bagian penting dari kehidupannya.
Salah satu momen paling berkesan dalam perjalanan organisasinya adalah saat demo 1998. Pada masa itu, ia turut serta dalam aksi yang berlangsung di depan Gedung DPR RI. ”Saat Amien Rais pidato di depan gedung DPR, saya berada di belakangnya. Fotonya masih saya simpan,” kata dia.
Pengalaman ini menjadi awal dari kiprahnya dalam dunia organisasi. Sejak duduk di bangku Madrasah Tsanawiah (MTs) At-Taqwa Bekasi, Najmudin aktif dalam berbagai organisasi. Persatuan Pelajar At-Taqwa (PPA) dan Pramuka menjadi organisasi pertamanya. Ia bahkan pernah menjabat sebagai bendahara PPA dan aktif dalam Pramuka dari tingkat ambalan hingga Pramuka nasional.
Di tingkat pendidikan perguruan tinggi, Najmudin semakin giat berorganisasi. Pada 1996, ia bergabung dengan berbagai organisasi kedaerahan, internal, maupun eksternal kampus. Salah satu yang ia dirikan adalah Forum Komunikasi Mahasiswa At-Taqwa (FKMA) dan Persatuan Mahasiswa Bekasi (Permasi), yang hingga kini masih aktif.
Di organisasi internal, ia aktif sebagai anggota senat di berbagai tingkatan, mulai dari jurusan hingga fakultas. Ia juga dipercaya sebagai bendahara Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UIN. Di kampus tersebut, ia terlibat dalam aksi demo yang bertujuan menggulingkan penguasa. Saat itu, setiap aktivis harus diawasi oleh aparat. Rapat pun dilakukan dengan sandi agar tidak disusupi intelijen.
Puncak karier organisasinya terjadi ketika ia terpilih sebagai Ketua Kongres Mahasiswa IAIN Jakarta. Tugasnya mencakup pengelolaan anggaran di lima fakultas hingga pemilihan presiden BEM. Periode jabatannya berlangsung antara tahun 1998 hingga 2001.
Najmudin juga berkolaborasi dengan banyak tokoh ternama dalam berbagai organisasi. Beberapa di antaranya adalah anggota DPR RI Tb Ace Hasan Syadzily, pakar politik Burhanuddin Muhtadi, hingga Ketua DPRD Kabupaten Bekasi saat ini, Ade Sukron Anas. Ia juga sering menghadiri diskusi di Paramadina bersama cendekiawan seperti Nurcholis Madjid.
Di lingkungan eksternal kampus, ia juga tergabung dalam HMI tingkat fakultas. Meski aktif di tingkat cabang kampus, pada pemilihan ketua HMI, ia kalah suara.
Selain itu, Najmudin juga pernah terlibat dalam dunia politik. Ia pernah bergabung dengan beberapa partai seperti Partai Rakyat Demokratik, Partai Keadilan, hingga Partai Golkar. Meskipun ditawari menjadi calon legislatif (caleg) di ketiga partai tersebut, ia memilih untuk tidak mengambil kesempatan tersebut.
Meski sibuk dengan puluhan organisasi, Najmudin selalu menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama. Hal ini dibuktikan dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,33 saat lulus kuliah.
Setelah lulus, ia mengajar di beberapa sekolah hingga akhirnya menjadi kepala sekolah. Pengalaman sebagai guru membawanya menjadi pegawai negeri sipil (PNS) hingga saat ini.

Tinggalkan Balasan