Proses Revitalisasi Alun-Alun Merdeka Malang
Alun-Alun Merdeka Malang kini sedang mengalami perubahan besar-besaran. Suara alat berat dan pekerja proyek kini mendominasi suasana yang sebelumnya ramai dengan riuh anak-anak yang bermain di area playground. Pemerintah Kota Malang sedang menjalani revitalisasi untuk mengubah wajah ikon kota tersebut menjadi ruang publik yang lebih modern, aman, dan nyaman bagi seluruh pengunjung.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran, menyampaikan bahwa progres pengerjaan revitalisasi Alun-Alun Merdeka saat ini telah mencapai empat persen. Proyek ini dimulai sejak 6 Oktober 2025, dan difokuskan pada tahap awal berupa pembongkaran fasilitas playground dan air mancur.
“Sesuai jadwal, pembongkaran playground dan air mancur sudah dilakukan. Dua area playground kini sudah diratakan dan dibersihkan untuk tahap selanjutnya,” jelas Raymond.
Ia menambahkan, setelah tahap pembongkaran, akan dilakukan perataan dan perbaikan lantai di area bermain anak. Playground nantinya akan diperluas dengan peralatan baru yang lebih modern dan ramah anak. Desainnya pun dibuat lebih aman dengan permukaan lantai yang sesuai standar keselamatan.
“Setelah perataan selesai, lantai playground akan dibangun ulang sesuai rencana kegiatan yang sudah disusun,” tambahnya.
Selain pembaruan fasilitas bermain anak, perubahan besar juga akan terjadi pada area air mancur. Jika sebelumnya berbentuk kolam air mancur konvensional, desain baru mengusung konsep dryfountain, yaitu air mancur tanpa kolam yang airnya menyembur langsung dari permukaan lantai. Konsep ini dianggap lebih fleksibel dan multifungsi. Saat air tidak dinyalakan, area tersebut bisa digunakan sebagai ruang terbuka untuk bermain atau berkegiatan.
“Dengan desain baru ini, pengunjung bisa menikmati area air mancur tanpa khawatir keamanan, terutama anak-anak,” ujar Raymond.
Proyek revitalisasi Alun-Alun Merdeka ini juga mencakup langkah-langkah untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung. DLH Kota Malang akan melakukan perempesan pohon di beberapa titik untuk mencegah risiko ranting patah atau tumbang saat kondisi cuaca ekstrem.
Raymond menargetkan seluruh proses revitalisasi dapat selesai pada minggu ketiga Januari 2026 atau paling lambat awal Februari 2026. Setelah rampung, proyek ini akan diresmikan langsung oleh Wali Kota Malang bersama pihak Bank Jatim sebagai pelaksana revitalisasi.
Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan apresiasi atas progres pengerjaan yang melampaui target awal. “Dari jadwal yang ada seharusnya baru tiga persen, tapi saat ini sudah mencapai empat persen. Kami harap capaian ini bisa terus dipertahankan agar pembangunan selesai tepat waktu,” ujarnya.
Dengan wajah baru yang mengusung konsep modern dan interaktif, Alun-Alun Merdeka Malang diharapkan menjadi ruang publik yang semakin hidup dan menarik, sekaligus menjadi simbol kebanggaan baru bagi warga kota.

Tinggalkan Balasan