Jadwal Pencairan Bantuan Sosial PKH Tahun 2025
Pencairan Program Keluarga Harapan (PKH) pada tahap akhir tahun 2025 dijadwalkan berlangsung antara bulan Oktober hingga Desember. Sebanyak 14 juta keluarga penerima manfaat (KPM) akan menerima bantuan sosial yang telah ditetapkan. Masyarakat dapat memeriksa status kepesertaan secara mandiri menggunakan perangkat ponsel melalui situs resmi Kementerian Sosial.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa penyaluran bantuan sosial reguler pada triwulan IV 2025 akan segera dimulai pekan ini. Bansos reguler terdiri dari dua jenis program, yaitu PKH dan bantuan pangan non-tunai (BPNT) atau sembako. Total penerima bantuan sosial mencapai lebih dari 18,2 juta KPM. “Insyaallah di pekan ini juga nanti akan tambah lagi 14 juta lagi,” ujarnya saat menjawab pertanyaan pewarta usai upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 bersama siswa Sekolah Rakyat di Museum Bank Indonesia, Jakarta.
Pencairan PKH dalam Satu Tahun
Anggaran dana bansos PKH dihitung dalam kurun waktu satu tahun, namun pencairan dilakukan secara bertahap setiap triwulan atau tiga bulan sekali. Dengan demikian, ada empat jadwal pencairan PKH dalam satu tahun kalender. Berikut rinciannya:
- Tahap 1: Januari-Maret
- Tahap 2: April-Juni
- Tahap 3: Juli-September
- Tahap 4: Oktober-Desember
Memasuki triwulan terakhir tahun 2025, penyaluran bantuan sosial PKH memasuki tahap akhir. Pencairan dana dijadwalkan berlangsung sepanjang Oktober hingga Desember 2025. Bantuan ini ditujukan bagi keluarga miskin dan rentan sebagai dukungan peningkatan kesejahteraan serta akses layanan pendidikan dan kesehatan.
Penerimanya meliputi ibu hamil atau nifas, anak usia dini, pelajar tingkat SD hingga SMA, penyandang disabilitas berat, lansia, dan korban pelanggaran HAM berat. Besaran bantuan disesuaikan dengan kategori penerima dan kebutuhan masing-masing.
Rincian Bantuan Sosial Berdasarkan Komponen
Berikut besaran bantuan yang diterima PKH setiap tahapnya:
Komponen Kesehatan
– Ibu hamil: Rp750.000 per tahap (setiap 3 bulan)
– Anak usia 0-6 tahun: Rp750.000 per tahap (setiap 3 bulan)
Komponen Pendidikan
– SD/sederajat: Rp225.000 per tahap
– SMP/sederajat: Rp375.000 per tahap
– SMA/sederajat: Rp500.000 per tahap
Komponen Kesejahteraan Sosial
– Penyandang disabilitas berat: Rp600.000 per tahap
– Lansia (≥60 tahun): Rp600.000 per tahap
BPNT/Sembako
– Nilai bantuan: Rp200.000 per bulan
Cara Cek Bansos PKH Menggunakan Ponsel
Masyarakat dapat mengecek status kepesertaan bansos PKH tahap 4 tahun 2025 secara mandiri menggunakan ponsel dengan langkah-langkah berikut:
- Akses situs cekbansos.kemensos.go.id melalui browser di ponsel
- Pilih provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa/kelurahan tempat tinggal
- Masukkan nama lengkap sesuai KTP
- Ketik kode captcha yang tertera di layar
- Klik “Cari Data” untuk melihat status kepesertaan dan jenis bantuan yang diterima
Jika nama terdaftar sebagai penerima, sistem akan menampilkan jenis bantuan yang berhak diterima. Namun jika belum menerima notifikasi pencairan, penerima diminta bersabar karena proses masih berlangsung bertahap.
Menteri Sosial menjelaskan bahwa proses validasi dan verifikasi rekening penerima dilakukan secara kolaboratif antara Kementerian Sosial, Kementerian Keuangan, Badan Pusat Statistik (BPS), pemerintah daerah, bersama mitra penyalur. “Jadi mohon bersabar bila ada yang belum menerima notifikasi,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan