oleh

RDP Komisi III DPRD Belu, Keluarga Pasien dan Pihak RSUD Atambua Saling Memaafkan

Atambua, RajawaliNews.id.Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dilaksanakan di ruang Komisi III DPRD Belu, antara Orang tua Pasien (Gamaliel), didampingi PMKRI Cabang Atambua dan pihak RSUD Atambua yang dihadiri Direktur RSUD dan sejumlah staff akhirnya berakhir damai. Kedua belah pihak sama-sama menerima masukan, kritikan dan saling memaafkan.

RDP yang digelar pada Jumad (30/04/2021), Hadir anggota Komisi III diantaranya, Oscar Haleserens, Bene Hale, Januaria A.Walde Berek, Regina Mau Loe, Fransiskus Xaver Saka dan Ketua Komisi III, Yohanes Juang, selaku pimpinan rapat. Yohanes menyampaikan apresiasi kepada PMKRI Cabang Atambua yang telah memediasi keluarga dan pihak RSUD Atambua. Menurut Yohanes, dengan begitu persoalan pelayanan medis kepada pasien bisa mencuat dan menjadi perhatian Pemerintah. Yohanes menekankan bahwa kritikan yang ada untuk memperbaiki sistem pelayanan RSUD Atambua agar lebih prima.

Direktur RSUD Atambua, dr. Ellen Batsheba Corputty, pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa manajemen RSUD Atambua terus melakukan pembenahan diri untuk peningkatan kualitas pelayanan. Namun atas kejadian pada malam itu (24/04/2021) dirinya menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga pasien.

Sama halnya dengan dr. Ellen, dr. Mega selain menjelaskan secara medis dan tugasnya waktu itu dirinya juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga pasien.

Menanggapi hal tersebut, orang tua pasien, Yusmel Pobas, mengungkapkan bahwa pihaknya memang sangat kecewa terhadap pelayanan medis malam itu namun dirinya telah merasa nyaman karena anaknya Gamaliel sudah sembuh setelah ke beberapa RS terdekat dan terakhir dibawa ke Kupang untuk diobati dokter Spesialis THT. Karena itu keluarga memaafkan pihak RSUD namun keluarga berharap pihak RS terus memperbaiki tata cara pelayanan kepada pasien dan tidak membeda-bedakan pasien.

Walau berdamai, Oscar Haleserens, mengatakan bahwa sebagai ketua Fraksi PKB dirinya berterimakasih kepada PMKRI dan mendesak manajemen RSUD mengevaluasi kualitas pelayanan pasien. Menurutnya Fraksi PKB tegas untuk terus memantau pelayanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan yang ada.

Oktofianus Tefa, Ketua PMKRI Cabang Atambua mengatakan bahwa PMKRI terdorong melakukan advokasi kepada keluarga pasien sebab RS adalah lembaga pelayanan publik yang sangat vital. Menurut Okto, pihaknya sudah berusaha melakukan audiens dengan RSUD, hanya saja gagal. Maka PMKRI menyurati DPRD Belu untuk dilakukan RDP dengan menghadirkan pihak terkait.

” Inti dari apa yang kami PMKRI perjuangkan adalah, pelayanan medis kepada pasien yang berkualitas, sesuai standar dan tidak membeda-bedakan pasien entah dari pejabat sampai rakyat kecil harus diberikan pelayanan maksimal, ” Jelas Okto. YP.

Komentar